Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Kata Jokowi Papua Nugini Saudara Serumpun, Pigai: Jika Benar, Tidak Mungkin Ada Mobilisasi Militer

KAMIS, 06 JULI 2023 | 07:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hubungan Indonesia dan Papua Nugini tidak hanya sebagai sahabat, tetapi juga saudara serumpun.

Begitu dikatakan Presiden Joko Widodo saat menghadiri jamuan santap siang kenegaraan yang digelar Gubernur Jenderal Papua Nugini Bob Dadae di APEC Haus, Rabu (5/7).  

Bahkan, dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menggunakan falsafah masyarakat Papua Nugini "Wan" yang menggambarkan persatuan dan kebersamaan.


"We are "Wan famli." The closest brother is called a neighbor," kata Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu, ditanggapi aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai. Kata dia, jika benar Papua Nugini serumpun, maka tidak mungkin ada pengerahan militer yang dilakukan Pemerintah Indonesia di tanah Papua.

"Jokowi bukan serumpun, kalau serumpun tidak mungkin bantai rakyat dan mobilisasi militer besar-besaran di Papua," ujar Natalius Pigai di Twitter, Rabu (5/7).

Pigai meyakini, ada pembicaraan yang tidak disampaikan utuh oleh Jokowi. Bahkan, soal pembicaraan dengan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape.

"Saya yakin Jokowi sembunyikan pertanyaan Perdana Menteri Papua Nugini tentang HAM di Papua. Kita tahu Jokowi bicara kebalikannya," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya