Berita

Ilustrasi Pemilu/Net

Politik

Cegah Kecurangan DPT, KPU-Bawaslu Dituntut Buat Rakor Bareng Dukcapil dan DPR

RABU, 05 JULI 2023 | 12:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rapat koordinasi antara penyelenggara Pemilu dengan pemerintah dan DPR diharapkan terlaksana segera. Tujuannya, agar masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang mencuat bisa diselesaikan dan tidak memunculkan potensi kecurangan.

Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menilai, temuan data-data pemilih bermasalah mesti dibahas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama pemangku kebijakan terkait.

Dia menyebutkan, lembaga pemerintah yang menangani data penduduk dan kepemiluan adalah Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil( Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI.


“Tapi sampai saat ini saya belum melihat ada rapat koordinasi yang membahas soal (masalah-masalah dalam) DPT ini,” ujar Kaka saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/7).

Dia menjelaskan, perlindungan hak pilih warga negara harus dijamin negara. Sehingga, salah satu temuan Bawaslu soal 4 juta data pemilih tak memiliki e-KTP masuk DPT harus diperjelas.

“Maka saya mendorong Ditjen Dukcapil, Bawaslu, atau pihak yang mempunyai data, KPU dan dengan Komisi II, agar tidak ada warga negara tidak kehilangan hak pilih, dan potensi kecurangannya bisa dicegah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kaka berharap masalah data pemilih tak memiliki e-KTP berjumlah jutaan dalam DPT Pemilu 2024 tidak berulang lagi, karena hal yang sama sudah terjadi pada Pemilu 2019.

“Jadi tidak blank number angka yang tidak terkonfirmasi, ada angkanya tapi e-KTP-nya tidak ada. Itu kita temukan dalam Coklit (pencocokan dan penelitian data pemilih),” ucapnya.

“Saya melihat angkanya lebih besar dari itu, karena ini berulang, pernah terjadi di 2019,” demikian Kaka menambahkan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya