Berita

Tangkapan layar dari video hoax yang tersebar di media sosial/Net

Dunia

Hoax, Video Jet Tempur Bombardir Paris Bikin Warganet Heboh

SENIN, 03 JULI 2023 | 17:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tagar #ParisHasFallen menjadi trending di media sosial. Warganet dibuat heboh dengan tersebarnya video yang menunjukkan sejumlah jet tempur membombardir kota Paris, termasuk situs ikonik Menara Eiffel.

Video berdurasi 29 detik yang tersebar di media sosial menunjukkan seorang perempuan yang tampak berwisata di sekitar Menara Eiffel, seketika muncul jet tempur yang menjatuhkan bom. Ledakan hebat terdengar. Klip video berbagai ledakan bom bermunculan dengan sirine alarm meraung-raung. Terdengar juga jeritan bayi.

Video ini diunggah oleh banyak akun dengan menyebut serangan udara terjadi di Paris.


Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut tidaklah benar atau hoax. Mengutip BOOM pada Senin (3/7), video tersebut dibuat oleh pemerintah Ukraina menggunakan CGI pada Maret 2022.

Video diilustrasikan agar NATO dapat mengambil sikap di tengah invasi Rusia lantaran perang dinilai bisa meluas ke Eropa.

Video tersebut bahkan diunggah di akun resmi Kementerian Pertahanan Ukraina, @DefenceU pada 12 Maret 2022.

"NATO, tutup ruang udara Ukraina!" seru unggahan tersebut, dengan tagar #ifwefallyoufall.

Video asli memiliki durasi yang lebih panjang, dengan ada kutipan teks di akhir dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

"Bayangkan saja jika ini terjadi di ibukota Eropa lainnya. Kami akan berjuang sampai akhir. Beri kami kesempatan untuk hidup. Tutup ruang udara Ukraina atau beri kami pejuang udara. Jika kami jatuh, kalian jatuh," begitu kutipan tersebut.

Sayangnya video tersebut telah disalahgunakan dan membuat jagat media maya riuh. Terlebih saat ini kondisi Prancis tengah dibayangi oleh kerusuhan di berbagai kota yang dipicu oleh kematian Nahel Marzeouk.

Nahel, remaja 17 tahun keturunan Aljazair-Maroko meninggal ditembak mati polisi di Nanterre, pinggiran Paris pada 26 Juni setelah diduga melanggar aturan lalu lintas. Tindakan polisi tersebut dinilai sarat rasisme sehingga memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Prancis yang berujung kerusuhan hingga saat ini.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya