Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov/Net

Dunia

Rusia Bersumpah Lenyapkan Tentara Asing Sekutu Ukraina di Medan Perang

SENIN, 03 JULI 2023 | 15:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tidak hanya senjata dan peralatan militer, Ukraina disebut telah melibatkan tentara bayaran asing dan jenderal dari berbagai negara Barat untuk berperang melawan Rusia.

Klaim itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Arabiya pada Senin (3/6).

Disebutkan Lavrov, Ukraina telah mengizinkan pasukan militer Barat bergabung dengan tentara Kyiv dan menggunakan infrastruktur sipil mereka. Menurutnya, apa yang dilakukan Ukraina tersebut, jelas-jelas telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan bagian dari kejahatan perang.


"Ukraina menggunakan fasilitas sipil untuk mengadakan segala macam pertemuan dengan tentara bayaran, jenderal dan instruktur militer Barat," kata Lavrov.

Oleh sebab itu, kata Lavrov, Rusia bersumpah untuk melenyapkan seluruh elemen asing yang mencoba bergabung dan berusaha melawan kedaulatan Moskow, seperti yang pernah mereka lakukan di Kramatorsk.

"Kami akan menghancurkan mereka karena ini adalah orang-orang yang telah menyatakan perang melawan kami," tegasnya.

Pangkalan di Kramatorsk, Donbass menjadi serangan militer Rusia karena dianggap menjadi tuan rumah rapat staf  yang melibatkan puluhan perwira Ukraina dan penasihat asing.

Serangan itu diklaim mengakibatkan kematian dua jenderal dan 50 perwira Angkatan Bersenjata Ukraina, serta 20 tentara bayaran asing dan penasihat militer.

Kendati demikian, cukup ironis saat Rusia mengecam Ukraina karena menggunakan tentara bayaran. Mengingat, Moskow telah melibatkan Wagner selama berbulan-bulan di Bakhmut hingga memperoleh kemenangan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya