Berita

Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman saat menanggapi hasil survei yang dikeluarkan lembaga survei Indikator Politik Indonesia berjudul "Evaluasi Publik Atas Kinerja Lembaga Penegak Hukum dan Perpajakan" periode 20-24 Juni 2023/Repro

Nusantara

Pencegahan KPK Diakui Gerindra Maksimal di era Firli Bahuri

MINGGU, 02 JULI 2023 | 21:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sesederhana dinilai dari hasil survei. Mengingat, KPK saat ini cukup maksimal dalam menjalankan fungsi edukasi atau pendidikan, dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman saat menanggapi hasil survei yang dikeluarkan lembaga survei Indikator Politik Indonesia berjudul "Evaluasi Publik Atas Kinerja Lembaga Penegak Hukum dan Perpajakan" periode 20-24 Juni 2023.

"Saya masih terus berkontemplasi soal KPK. Kalau ada yang bilang ke saya, kalau KPK mau populer, tiap hari saja OTT, tiap hari tangkap orang, tangkap menteri, tangkap pejabat, pasti surveinya tinggi. Tetapi apakah hanya itu tujuan penegakan hukum oleh KPK hanya tingginya tingkat survei kepercayaan publik?" ujar Habiburokhman dalam siaran langsung di kanal YouTube Indikator Politik Indonesia, Minggu (2/7).


Karena kata Habiburokhman, fungsi KPK ada tiga, yakni pendidikan atau edukasi, pencegahan, dan penindakan korupsi.

"Nah fungsi edukasi dan pencegahannya ini sebetulnya di era Pak Firli cukup maksimal," kata Habiburokhman.

Habiburokhman mengaku, melihat banyak pegawai-pegawai di pemerintah daerah dilibatkan KPK sebagai penyuluh antikorupsi.

"Jadi orang-orang dari pemerintah provinsi, dari orang pemerintah kabupaten direkrut, dididik, dilatih oleh KPK, untuk memberikan materi-materi antikorupsi di tempatnya masing-masing bekerja. Nah ini yang nggak saya banyak dilihat di periode yang lalu," terang Habiburokhman.

Sehingga kata Habiburokhman, kinerja KPK tidak sesederhana dinilai hanya dari hasil survei. Karena, penilaian kinerja KPK bukan hanya dilihat dari penindakan.

"Jadi kalau survei KPK rendah, apakah karena KPK saat ini juga memaksimalkan fungsi edukasi dan pencegahan? Ya ini menjadi pertanyaan kita, memang sebetulnya nggak sesederhana itu kita jawab dengan hasil survei, kita harus bicara lebih mendalam soal KPK ini," pungkas Habiburokhman.

Dalam survei Indikator periode 20-24 Juni 2023 dengan melibatkan 1.220 responden, memperlihatkan tren tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Di mana, tren Kejaksaan Agung (Kejagung) berada di posisi pertama dengan angka 80,3 persen. Sedangkan KPK, berada diurutan kedua di angka 76,4 persen. Sedangkan ketiga, ada Kepolisian di angka 74,8 persen.

Namun demikian, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK sepanjang 2023 ini terus mengalami peningkatan. Pada Februari 2023 di angka 72,8 persen, meningkat menjadi 75 persen pada April 2023. Dan pada Juni 2023 meningkat menjadi 76,4 persen.

Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi, Indikator Politik Indonesia menempatkan KPK di posisi kedua di bawah Kejagung. Yakni, Kejagung di angka 77,5 persen, KPK 73,6 persen, dan Kepolisian 69,2 persen.

Survei Indikator itu dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya