Berita

Gedung Merah Putih KPK/Net

Politik

Survei Indikator: Kepercayaan Publik ke KPK Meningkat Sepanjang 2023

MINGGU, 02 JULI 2023 | 16:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tingkat kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus meningkat selama 2023 ini. Terakhir, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah itu berada di angka 76,4 persen, di atas Kepolisian.

Hal itu merupakan hasil survei nasional yang diselenggarakan lembaga survei Indikator Politik Indonesia berjudul "Evaluasi Publik Atas Kinerja Lembaga Penegak Hukum dan Perpajakan" periode 20-24 Juni 2023.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK mengalami peningkatan sepanjang 2023 ini. Di mana, pada Februari 2023 berada di angka 72,8 persen, mengalami kenaikan di banding Desember 2022 di angka 72,5 persen.


Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK juga kembali meningkat pada April 2023 menjadi 75 persen, dan kembali meningkat pada Juni 2023 menjadi 76,4 persen.

Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK lebih tinggi daripada Kepolisian selama 2023 ini. Di mana, tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian pada Februari 2023 sebesar 68,4 persen, pada April 2023 sebesar 70,8 persen, dan pada Juni 2023 sebesar 74,8 persen.

Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) mengalami kenaikan dan penurunan. Pada Februari 2023 berada di angka 80 persen, dan mengalami penurunan menjadi 79,1 persen pada April 2023. Namun, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kembali naik pada Juni 2023 menjadi 80,3 persen.

"Jadi Kejaksaan Agung selama setahun terakhir memang stabil tinggi, KPK di bawahnya, tetapi relatif stabil gitu ya, kecuali bulan November 2022, Kepolisian dalam soal penegakan hukum itu sempat drop November 2022 lagi-lagi imbas kasus Sambo, tapi setelah itu naik konsisten," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei melalui virtual, Minggu sore (2/7).

Sedangkan tren kondisi pemberantasan korupsi secara umum kata Burhanuddin , banyak yang menyatakan baik ketimbang buruk.

"Lebih banyak yang mengatakan baik. Meskipun selisihnya hanya kurang lebih sekitar 7 persen," kata Burhanuddin

Di mana kata Burhanuddin, sebanyak 38 persen yang menyatakan positif, dan hanya 30,8 persen yang menyatakan negatif. Sedangkan sisanya, sebanyak 26,7 persen menyatakan sedang, dan 4,5 persen tidak menjawab.

"Dalam beberapa bulan terakhir, pemberantasan korupsi dianggap lebih positif, lebih banyak yang mengatakan positif ketimbang yang buruk," pungkas Burhanuddin.

Survei ini dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya