Berita

Perdana Menteri Viktor Orban/Net

Dunia

Hongaria Tak Suka Uni Eropa Hamburkan Banyak Uang untuk Ukraina

JUMAT, 30 JUNI 2023 | 22:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana Uni Eropa untuk memberikan lebih banyak bantuan keuangan untuk Ukraina mendapat penolakan keras dari salah satu negara anggotanya, Hongaria.

Penolakan tersebut diutarakan langsung oleh Perdana Menteri Viktor Orban dalam sebuah pernyataan di stasiun radio nasional pada Jumat (30/6).

Orban mengatakan bahwa dirinya  tidak setuju dengan inisiatif Uni Eropa, dan menolak membayar peningkatan biaya layanan utang pada organisasi ekonomi kawasan tersebut.


"Satu hal yang jelas, kami orang Hongaria tidak akan memberikan lebih banyak uang ke Ukraina sampai mereka mengatakan ke mana dana sebelumnya yang bernilai sekitar 70 miliar euro (Rp 1.143) itu hilang," tegas Orban, seperti dimuat The Star.

Terlebih lagi, kata Orban, Hongaria dan Polandia belum menerima dana dari Dana Pemulihan Uni Eropa karena sengketa hukum yang belum kunjung selesai.

"Sangat konyol dan tidak masuk akal, bahwa kami harus membayar lebih banyak dana untuk memenuhi cadangan piutang Uni Eropa. Padahal kami masih belum menerima dana yang menjadi hak kami," tuturnya.

Uni Eropa berencana memberi Ukraina bantuan 50 miliar euro atau Rp 817 triliun untuk periode 2024 hingga 2027.

Menurut Uni Eropa, tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi diklaim menjadi alasan mengapa pihaknya melipatgandakan biaya pembayaran utang.

Sementara itu, Hongaria dan Polandia belum kunjung mendapat dana pemulihan yang menjadi hak mereka karena diblokir oleh Komisi Eropa. Kedua negara diduga merusak demokrasi dan supremasi hukum yang membuatnya menjadi tidak sejalan dengan Uni Eropa.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya