Berita

Tim Riset TNI Angkatan Laut melaksanakan riset di Arsip Nasional Belanda atau National Archief Netherland (NAN)/Ist

Dunia

TNI AL Lakukan Riset di Pusat Arsip Belanda Selama Sepekan

RABU, 28 JUNI 2023 | 21:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim Riset TNI Angkatan Laut melaksanakan riset di Arsip Nasional Belanda atau National Archief Netherland (NAN).

Riset dipimpin oleh Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo, di Den Haag, Belanda, pekan ini.

Menurut Hariyo, riset perlu dilakukan karena di NAN tersimpan ribuan dokumen arsip terkait dengan perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia sejak tahun 1945. Hal ini sangat penting untuk menjamin fungsi sejarah dalam pengembangan kekuatan Angkatan Laut ke depan.


"Validitas narasi sejarah sangat bergantung pada ketersediaan dokumen dan arsip yang merekam peristiwa masa lalu dan Belanda telah memiliki sistem kearsipan yang sangat baik," kata Hariyo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/6).

Lebih lanjut, Hariyo menyatakan bahwa objek riset sejarah Angkatan Laut sangat luas dan kompleks sehingga tidak mungkin dilaksanakan dalam waktu singkat.

Kegiatan riset sejarah di Belanda tahun ini bersifat introduktif dengan memfokuskan riset arsip Pertempuran Laut Arafuru 1962, operasi-operasi angkatan laut selama Perang Kemerdekaan 1945-1949 dan awal pembangunan TNI AL yang modern pada tahun 1950.

Kegiatan riset ini pun disambut baik oleh NAN. Bahkan, ketua Program Warisan Budaya Bersama NAN, J.S. Johan Van Langen berharap bisa membuka kerjasama bidang kearsipan dengan TNI AL.

"NAN sangat membuka diri untuk kegiatan riset arsip guna pengembangan sejarah TNI AL, mendukung data-data yang diperlukan oleh Disjarahal dalam mengembangkan sejarah Angkatan Laut di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya