Berita

Sayap Partai Perindo/Net

Politik

Hary Tanoe Kenalkan Jurus Kampanye Tanda Sayap Partai Perindo untuk Pemilu 2024

SELASA, 27 JUNI 2023 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Perindo siapkan strategi baru untuk kampanye Pemilu 2024. Kampanye gaya baru itu diperkenalkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Kampanye yang diberi nama Sayap Partai Perindo, dilakukan melalui kode jari dengan menempelkan dan menyilangkan ibu jari dengan jari telunjuk di bagian ujungnya, sehingga terlihat seperti sayap.

“Ini tanda Sayap Partai Perindo. Partai Perindo untuk Indonesia Sejahtera,” ujar Hary Tanoesoedibjo seraya membagikan video Sayap Perindo pada laman Instagram miliknya, Selasa (27/6).


Saat melantik pengurus DPW, DPD dan sayap organisasi Partai Perindo se-Maluku, Rabu (21/6), Hary pernah menuturkan akan memperkenalkan cara kampanye Partai Perindo dengan jari. Kode tersebut, saat ini cukup populer di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.

Dengan kampanye menggunakan tanda sayap Perindo itu, masyarakat nantinya akan lebih mudah lagi mengenal Partai Perindo, selain dengan Mars Perindo, Gerobak Perindo dan lainnya.

"Kalau Mars Perindo kan panjang, tapi kalau kita kampanye begini, apa ini, nanti orang jawab: Saya Perindo. Nanti kita sosialisasikan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq menyatakan tanda Sayap Partai Perindo merupakan simbolisasi kasih sayang.

"Ini bermakna pesan Partai Perindo terhadap pentingnya kasih sayang dalam membangun bangsa dan negara," kata Rofiq.

Ahmad Rofiq yang merupakan bacaleg DPR RI Dapil Banten III (Tangerang Raya) itu menyebutkan, tanda Sayap Partai Perindo akan menjadi alat sosialisasi ke masyarakat.

Dia pun menginstruksikan kader agar tanda tersebut disampaikan ketika sosialisasi kepada masyarakat.

"Jadi, intinya setiap ada aksi, peragaan tentang tanda sayap berarti itu Partai Perindo," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya