Berita

Petugas sedang menghitung surat suara di Guatemala pada Minggu, 25 Juni 2023/AP

Dunia

Di Tengah Isu Kecurangan Pemilu, Guatemala Lanjutkan Perhitungan Suara

SENIN, 26 JUNI 2023 | 11:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Proses perhitungan suara sedang berlangsung di Guatemala setelah pemilihan presiden berjalan dengan sengit di negara itu.

Pada Minggu (25/6), tempat pemungutan suara ditutup di seluruh  wilayah Guatemala, dengan hasil awal diperkirakan akan segera diumumkan.

Seperti dimuat Al Jazeera, Senin (26/6), sebelumnya banyak masyarakat yang kecewa akan pemilihan tersebut, karena tiga kandidat oposisi di negara itu telah dieliminasi oleh pihak berwenang.


Salah satu kandidat yang dikeluarkan adalah Carlos Pineda, seorang populis sayap kanan yang memimpin jajak pendapat, ia ditolak oleh pihak berwenang karena dugaan penyimpangan dalam pencalonannya.

Kritik terhadap pengecualian Pineda mulai berdatangan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang menyebut keputusan tersebut sebagai kecurangan pemilu.

Untuk itu proses pemilihan telah mendapatkan pengawasan langsung dari internasional untuk memastikan keadilan dalam proses tersebut, meskipun pemilu dilakukan di tengah rasa frustasi yang meluas di masyarakat, karena tingginya tingkat kejahatan, kemiskinan, kekurangan gizi, dan korupsi di Guatemala.

Banyak warga Guatemala yang mengaku merasa sulit menemukan kandidat yang diyakini dapat membawa perubahan yang mereka harapkan.

Hal itu memicu kemungkinan banyaknya surat suara yang kosong, yang berdampak pada tingkat partisipasi pemilih.

Seorang guru berusia 30 tahun, Alejandro Cameros, mengeluh bahwa satu-satunya hal yang berubah di Guatemala adalah nama presidennya, sementara struktur kekuasaan korup yang sama tetap ada.

"Saya memilih sesuatu yang berbeda. Saya yakin itu akan berubah, tetapi perubahan itu perlu datang dari diri sendiri, dan pemerintah perlu melakukan bagiannya,” katanya.

Saat ini, mantan ibu negara dan anggota partai Persatuan Harapan Nasional (UNE), Sandra Torres, diperkirakan akan memenangkan putaran pertama itu, tetapi tidak akan mencapai ambang batas 50 persen yang diperlukan untuk kemenangan langsung dalam kontes ini.

Diperkirakan pemilihan akan memasuki putaran kedua yang akan dilangsungkan pada bulan Agustus mendatang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya