Berita

Wildan Hakim/Ist

Politik

Wildan Hakim: Antara Jokowi dan Mega Muncul Tafsir Untung Rugi

MINGGU, 25 JUNI 2023 | 12:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, diyakini mulai merasa tersudut, karena hingga kini Parpol koalisi Presiden Joko Widodo tak kunjung mendukung Ganjar Pranowo.

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, mengatakan, setelah PDIP mengusung Ganjar sebagai bakal calon presiden (Bacapres), muncul tafsir untung-rugi pada Megawati dan Jokowi.

"Jokowi menang banyak, dan Megawati tersudut. Tafsir itu mengemuka, pasca PDIP menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden," kata Wildan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/6).


Dia menilai, Ganjar mempunyai nilai jual sebagai gubernur Jawa Tengah dua periode. Sedangkan PDIP punya nilai jual sangat tinggi sebagai partai politik pemenang Pemilu dua kali berturut-turut.

"Memilih Ganjar sebagai Capres dengan restu Ketum PDIP Megawati ibarat memadukan dua kekuatan sekaligus. Plus Ganjar warga Jateng yang populasi pemilihnya besar. Seharusnya tak ada alasan bagi partai banteng tidak percaya diri," katanya.

Terkait pernyataan Megawati pada puncak Bulan Bung Karno (BBK) di SUGBK, Sabtu (24/6), Wildan melihat Megawati seperti sedang mengingatkan Parpol yang hadir, seperti PAN, PKB, dan Golkar, agar mendukung Bacapres yang diusung PDIP.

Bahkan bisa juga, sambung Wildan, sapaan Mega kepada partai-partai itu sebatas sapaan ala kadarnya, demi sebuah kepantasan.

"Kalau menilik gaya Mbak Mega, beliau ini sosok yang belakangan cenderung entertaining saat berpidato," katanya.

Dia melihat, sejauh ini Ganjar masih memiliki daya tarik. Tetapi daya tarik itu akan diuji saat sudah dipasangkan dengan figur Cawapres.

"Ini sebenarnya yang ditunggu. Pemilihan figur Cawapres akan mengarahkan pemahaman publik perihal kebutuhan PDIP untuk mendapatkan dukungan di luar kader partai," pungkas Wildan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya