Berita

Megawati, Joko Widodo, Ma'ruf Amin dan Ganjar Pranowo pada acara Bulan Bung Karno di SUGBK/RMOL

Politik

Perang Dingin Mega-Jokowi Terasa di Acara Puncak Bulan Bung Karno

MINGGU, 25 JUNI 2023 | 09:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perang dingin antara Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Joko Widodo, terasa saat acara puncak Bulan Bung Karno (BBK) 2023, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Penilaian itu disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, merespon pernyataan Megawati yang menyindir tiga partai pendukung Presiden Jokowi, PAN, PKB dan Golkar, masih pikir-pikir dukung Ganjar Pranowo. Pimpinan ketiga partai itu juga hadir di arena.

"Ketum tiga partai yang diundang masih pikir-pikir kalau Ganjar Capresnya, artinya tiga partai itu tidak mendukung PDIP. Megawati hanya didukung Hanura dan Perindo, partai gurem yang tidak punya kursi di DPR," kata Muslim, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/6).


Dia melihat Megawati gelisah, meski acara itu dihiasi canda dan tawa.

Kegelisahan itu bisa dinilai dari pernyataan "Kalau di sini ada tiga (Golkar, PAN, PKB) itu yang saya bilang, ya mikar-mikir dulu dah. Tuh bapak-bapak, kan diketawain. Lho bener kan. Tapi saya bilang, ndak apa-apa, mau ikut boleh, endak ikut ya ndak papa, betul ndak? Merdeka!"

"Jadi, di acara itu masih terbaca, Megawati dan Jokowi ada perang dingin," kata Muslim.

Megawati, kata dia, sudah terlanjur mengusung Ganjar atas desakan dan usulan Jokowi, hingga meninggalkan Puan Maharani yang telah digadang-gadang di internal PDIP.

Meski begitu, Megawati diyakini kecewa, dengan pengorbanan itu, Ganjar malah minim dukungan dari partai yang punya kursi di Senayan, terlebih Parpol yang ada di koalisi pendukung Jokowi masih pikir-pikir mendukung Ganjar.

"Ini pasti bikin Megawati kecewa pada Jokowi, karena tiga partai itu ada di bawah kendali Jokowi," pungkas Muslim.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya