Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Rusia Bergolak, Putin Sebut Kepala Wagner Lakukan Pengkhianatan

SABTU, 24 JUNI 2023 | 17:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Krisis politik dan keamanan semakin mengguncang Rusia setelah Presiden Vladimir Putin menuduh pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, melakukan pengkhianatan di dalam negeri dengan melancarkan pemberontakan.

Dalam pidato darurat yang disiarkan televisi nasional pada Sabtu (24/6), Putin mengatakan nasib rakyat Rusia sedang dipertaruhkan.

Ia menuding kelompok Wagner yang dipimpin oleh Prigozhin melakukan pemberontakan bersenjata, dengan merebut kendali atas satu kota besar di negara itu dan bersumpah akan menetralisir pemberontakan tersebut.


"Ini merupakan upaya untuk menggulingkan kita dari dalam. Ini adalah pengkhianatan terhadap mereka yang berjuang di garis depan dan tikaman di belakang pasukan kami dan rakyat Rusia," tegas Putin dengan penuh emosi dalam pidatonya.

Seperti dikutip The Guardian, dalam video yang tersebar di media sosial, Prigozhin mengatakan dia telah berada di markas besar Distrik Militer Selatan di Rostov-on-Don, untuk menunggu Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Jenderal Valery Gerasimov mendatanginya ke kota tersebut, yang terletak sekitar 1.000 km di selatan Moskow.

"Kami berada di sini dan kami ingin bertemu dengan Kepala Staf Umum dan Shoigu. Jika mereka tidak datang, kami akan tetap di sini dan memblokade kota Rostov sebelum menuju Moskow," kata Prigozhin dalam video tersebut, yang ditemani oleh dua jenderal tinggi Rusia.

Gambar yang tersebar luas secara online juga menunjukkan pasukan Wagner dengan tank dan kendaraan lapis baja telah mengelilingi gedung pemerintahan di Rostov, yang menandakan Prigozhin telah mengambil alih pangkalan militer Rusia di wilayah itu.

Beberapa media Rusia juga melaporkan bahwa kelompok tentara bayaran tersebut berhasil menguasai semua fasilitas militer di kota Voronezh, yang berjarak sekitar 310 mil selatan Moskow.

Sebelum melakukan blokade itu, pada Jumat malam, Prigozhin mengklaim bahwa serangan roket Rusia telah menewaskan puluhan anggota kelompoknya dan ia bersumpah untuk melakukan balas dendam serta menghentikan kejahatan yang dibawa oleh kepemimpinan militer negara, yang memulai guncangan di Rusia.

Dalam deklarasi perang virtual melawan saingannya di militer Rusia, Prigozhin menyatakan bahwa ia memiliki 25.000 pejuang yang telah ia ajak untuk bergabung, untuk mengakhiri kekacauan yang terjadi di negara tersebut.

Namun, layanan keamanan Rusia segera merespons dengan cepat terhadap aksi Prigozhin, yang menyebutnya sebagai pengkhianatan dan memerintahkan para anggota kelompok tentara bayaran untuk menahan komandan mereka.

Kementerian Pertahanan juga merilis video yang menampilkan beberapa jenderal tinggi untuk mendesak Prigozhin agar ia menghentikan apa yang mereka gambarkan sebagai kudeta.

"Ini adalah tikaman di belakang negara dan presiden. Ini adalah kudeta," kata wakil kepala Badan Intelijen Militer Rusia, Jenderal Vladimir Alekseyev, dalam video seruan kepada anggota kelompok Wagner.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya