Berita

Iwan Sumule dan Sri Mulyani/Net

Politik

SKANDAL RP 349 T

Iwan Sumule Minta KPK Periksa Sri Mulyani

JUMAT, 23 JUNI 2023 | 18:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penanganan kasus transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 349 triliun yang diungkap Menko Polhukam Mahfud MD kembali disorot. Ini lantaran hanya ikan teri yang berhasil dijaring dari kasus besar tersebut.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule menilai kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, skandal Rp 349 triliun adalah yang terbesar selama republik berdiri.

“Padahal, Rp 349 triliun adalah jumlah terbesar dan rekor yang mungkin akan sulit terpecahkan sepanjang sejarah skandal keuangan di Indonesia,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (23/6).


Iwan Sumule meminta KPK ikut terlibat aktif dalam pengungkapan kasus di kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani tersebut. Aktor intelektual dan pihak-pihak yang abai sehingga keuangan negara bisa bobol dalam jumlah jumbo. Salah satunya, dengan berani memeriksa Sri Mulyani.

Dia mengingatkan bahwa kinerja Kemenkeu dalam mengelola keuangan negara yang seperti ini tidak saja membahayakan negara. Tapi juga berbahaya bagi Joko Widodo sebagai presiden.

Sebab, selain temuan skandal bernilai fantastis itu, Kemenkeu juga mencetak utang secara ugal-ugalan. Dalam hitungan anggota DPR dari Fraksi Golkar, M. Misbakhun utang negara bahkan sudah melebih 60 persen dari pendatan domestik bruto (PDB).

“Presiden Jokowi mesti evaluasi Menkeu SMI. Iya nggak sih?” tutupnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya