Berita

Perdana Menteri Qatar sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani melakukan kunjungan di Moskow, Rusia/Net

Dunia

Qatar Minta Rusia Selesaikan Konflik dengan Ukraina secara Damai

JUMAT, 23 JUNI 2023 | 06:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Seperti harapan banyak negara lain, Qatar mendukung upaya damai dalam konflik Ukraina.

Perdana Menteri Qatar sekaligus Menteri Luar Negeri (Sheik) Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani menekankan agar Ukraina dan Rusia tidak mengambil langkah apa pun yang dapat mengarah pada eskalasi, dan segera menempuh pembicaraan untuk penyelesaian konflik.

Selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow pada Kamis (22/6), Sheikh Mohammed menyampaikan posisi Qatar dalam konflik Ukraina.


"Dalam pertemuan tersebut, Yang Mulia Sheikh Mohammed menegaskan kembali posisi Negara Qatar dalam mendukung semua upaya internasional untuk menemukan solusi damai untuk krisis Rusia-Ukraina," isi pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Qatar, seperti dikutip dari TASS.

"Posisi Qatar adalah mendukung upaya damai melalui dialog dan sarana diplomatik, dan menghindari eskalasi lebih lanjut," kata Kementerian.

Kedua petinggi itu juga membahas hubungan bilateral dan sejumlah masalah regional dan internasional, termasuk juga tentang nuklir Iran, perkembangan di Palestina, Yaman dan Suriah.

Sheikh Mohammed tiba di Moskow pada Rabu (21/6) untuk kunjungan kenegaraan. Di hari pertamanya, ia melakukan pertemuan dengan  Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin. Kerja sama Rusia dan Qatar dalam proyek bersama senilai 160 miliar rubel atau sekitar 1,9 miliar dolar AS menjadi fokus utama.

Pada Kamis, sebelum berbicara dengan  Lavrov, Sheikh Mohammed melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kepada Putin, Perdana Menteri Qatar menegaskan bahwa Doha bermaksud untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan Moskow di berbagai bidang, menekankan bahwa Qatar dan Rusia memiliki kepentingan bersama di bidang ketahanan energi dan pangan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya