Berita

Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin/Net

Dunia

Bos Wagner Blak-blakan Soal Kebohongan Petinggi Militer Rusia di Medan Perang

KAMIS, 22 JUNI 2023 | 21:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah ketegangannya dengan pemerintah Rusia, pemimpin kelompok tentara Bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin kembali mengeluarkan penyataan kontroversial yang cenderung melemahkan posisi Moskow di medan perang.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (22/6), Prigozhin secara terbuka menuduh Kementerian Pertahanan Rusia berbohong tentang perkembangan serangan balasan Ukraina yang berlangsung bulan ini.

Menurut Bos Wagner, pejabat tinggi Moskow menutup-nutupi kekalahan mereka dari Ukraina dan menyebarkan informasi palsu kepada rakyat Rusia.


"Mereka tidak mengatakan yang sebenarnya tentang kehilangan beberapa wilayah oleh pasukan Ukraina. Mereka menyesatkan rakyat Rusia," tegas Prigozhin, seperti dimuat The Defense Post.

Dia mengungkap bahwa sejumlah desa, termasuk Pyatykhatky, telah hilang dan pasukan Rusia juga sebenarnya dalam kondisi kekurangan senjata dan amunisi.

Bahkan pasukan Ukraina berusaha menyeberangi Sungai Dnipro, sebuah perbatasan di garis depan.

“Semua ini benar-benar disembunyikan dari semua orang. Suatu hari, Rusia akan bangun dan menemukan bahwa Krimea juga telah diserahkan ke Ukraina," kata Prigozhin.

Sejak serangan balasan dimulai, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan media Rusia kerap mengklaim bahwa Ukraina telah mengalami banyak kekalahan dan kerugian perang yang serius.

Hal itu berbanding terbalik dengan Ukraina yang mengaku telah berhasil merebut kembali delapan desa, sebuah pencapaian besar yang diraih setelah 16 bulan perang berjalan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya