Berita

Kantor Desa Sembung di Kabupaten Batang memiliki 8 lantai dibangun tanpa dana pemerintah/RMOLJateng

Nusantara

Tanpa Sokongan Dana Pemerintah, Kades di Batang Bangun Kantor Desa 8 Lantai

KAMIS, 22 JUNI 2023 | 17:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, belakangan ini tengah ramai dibicarakan. Bagaimana tidak, sang Kades diketahui tengah membangun kantor 8 lantai tanpa menggunakan dana desa atau pemerintah.

Pembangunan kantor desa setinggi 35 meter itu murni menggunakan dana dari pihak swasta.

Dia adalah Untung, Kepala Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Untung (63) baru menjabat Kades selama 3 tahun.


"Rencana bikin kantor desa, ini kantor desa delapan lantai, yang tujuh lantai nanti untuk kegiatan desa, ada LPMD, BBD, Bumdes, Karang Taruna, itu nanti kita kumpulkan di situ. Kemudian yang atas itu untuk museum dan perpustakaan. Di atas sendiri kita bikin juga yaitu gardu pandang," paparnya kepada Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (22/6).

Saat ini, proses pembangunan kantor desa 8 lantai itu sudah mencapai 40 persen. Targetnya, akhir tahun 2023, pembangunan sudah rampung.

Untung menyebut butuh Rp1,5 miliar untuk membangun kantor desa itu. Dana pembangunannya berasal dari swadaya masyarakat hingga CSR perusahaan di wilayah Desa Sembung.

Ia menyebut, dana terbanyak nantinya untuk pembangunan lift. Ya, dirinya akan melengkapi gedung 8 lantai itu dengan lift.

"Kalau anggarannya kita tidak menggunakan dana dari pemerintah, Mas. Ini dari swadaya masyarakat dan menggunakan dana talangan saya sendiri. Ya kalau sampai ini sekitar 500 sampai 600 juta ada," tuturnya.

Ayah tiga anak itu bercerita, inspirasi bentuk bangunan adalah Tower Zam Zam di Makkah. Ia melihat Tower Zam Zam langsung saat menunaikan ibadah haji pada 2016.

Adapun kantor desa baru itu akan berukuran 6x6 meter untuk lantai 1 hingga 7. Lalu lantai 8 punya luas 8x8 meter.

Untung menyebut akan membentuk desanya menjadi desa wisata. Untuk melengkapi kantor desa 8 lantai, dirinya juga membangun miniatur Kabah, wisata air, alun-alun, hingga pusat kuliner.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya