Berita

Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi/Net

Global

Jepang Khawatir Soal Perluasan Pemukiman Israel

KAMIS, 22 JUNI 2023 | 11:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perkembangan konflik Israel dan Palestina ternyata menjadi salah satu perhatian khusus dalam kebijakan luar negeri Jepang.

Hal itu terlihat saat Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan kecamannya terhadap serangan teror Palestina yang terjadi awal pekan ini.

"Tokyo mengecam keras serangan teror yang menewaskan empat warga Israel di Tepi Barat dan bentrokan dengan warga Palestina di hari yang sama," ungkap Kemlu Jepang dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dimuat Arab News pada Rabu (21/6).


Di samping itu, Jepang juga menyatakan keprihatinan serius atas rencana Israel meningkatkan pembangunan lebih dari 4.000 unit rumah untuk pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

"Perluasan pemukiman Israel melanggar hukum internasional, dan Jepang telah berulang kali meminta pemerintah Israel menghentikan kegiatan ilegal tersebut," kata Jepang.

Jepang menuduh Israel sengaja meningkatkan ketegangan di kawasan dengan perluasan pemukimannya.

"Upaya yang dilakukan Israel bertentangan dengan upaya komunitas internasional untuk menciptakan cakrawala politik menuju solusi dua negara," jelasnya.

Terakhir, Kemlu Jepang mendesak  semua pihak berkepentingan di kedua negara menahan diri dari tindakan sepihak, termasuk kegiatan penyelesaian dan perilaku provokatif, untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Untuk itu, Jepang menyoroti pentingnya komunike Aqaba dan Sharm El Sheikh untuk memastikan de-eskalasi dapat tercapai.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya