Berita

Salah satu bongkahan batu dari kota Maya yang ditemukan badan antropologi Meksiko (INAH) di Negara bagian Campeche, Meksiko Selatan/Net

Dunia

Kota Maya Kuno Ditemukan di Hutan Meksiko

RABU, 21 JUNI 2023 | 17:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lembaga antropologi Meksiko (INAH) melaporkan penemuan sebuah kota Maya kuno, di hutan Meksiko selatan.

Dalam pernyataannya pada Selasa (20/6) lembaga itu memperkirakan kemungkinan kota yang sebelumnya tidak pernah diketahui itu merupakan situs penting, lebih dari seribu tahun yang lalu.

Menurut INAH, kota kuno tersebut terdiri dari bangunan besar seperti piramida, tiang-tiang baru, tiga alun-alun dengan bangunan megah, dan bangunan lain yang tersusun dalam lingkaran.


"Kota itu diberi nama Ocomtun yang berarti "Pilar Batu" atau dalam bahasa Maya disebut Yucatec, sebuah pusat kota penting bagi peradaban antara 250 dan 1000 Masehi," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat The Star pada Selasa (20/6).

INAH mengatakan, pencarian kota Maya telah berlangsung antara Maret dan Juni dan menggunakan teknologi pemetaan laser udara (LiDAR).

Menurut arkeologi Ivan Sprajc, situs Ocomtun memiliki area inti, terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh lahan basah yang luas, yang mencakup beberapa struktur mirip piramida setinggi 15 meter.

Kemudian, Sprajc juga menjelaskan bahwa kota itu memiliki lapangan sepak bola pra-Hispanik yang memang tersebar luas di seluruh wilayah Maya kala itu.

"Permainan bola suku Maya diyakini memiliki tujuan religius yang penting," ungkapnya.

Sprajc dan timnya juga telah menemukan altar pusat di daerah yang lebih dekat ke sungai La Riguena, yang mungkin telah dirancang untuk ritual masyarakat.

Peradaban Maya yang terkenal dengan kalender matematis canggihnya, membentang di tenggara Meksiko dan sebagian Amerika Tengah.

Perubahan ideologis dan populasi diduga menjadi penyebab runtuhnya peradaban Maya di wilayah itu pada abad ke 10.  

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya