Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

8.000 Anak Tewas Selama Delapan Tahun Perang Yaman

SELASA, 20 JUNI 2023 | 16:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Anak-anak disebut menjadi korban yang paling menderita akibat perang Yaman yang telah berlangsung selama delapan tahun terakhir.

Hal itu diungkap oleh jurubicara Kementerian Hak Asasi Manusia dari Pemerintah Nasional Keselamatan Yaman, Aref Al-Amiri pada Senin (19/6).

Menurut Amiri, sekitar 8.000 anak tewas sejak negara-negara seperti AS, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ikut campur dalam perang internal Yaman yang meletus 2015 lalu.


Penyebab kematian anak-anak, dijelaskan Amiri karena beberapa faktor di antaranya kondisi lingkungan yang sulit, fasilitas kesehatan yang buruk, pembunuhan dan pemindahan paksa.

"PBB tidak mematuhi kewajibannya untuk mendukung hak anak-anak Yaman. Lebih dari 8.000 anak telah terbunuh sejak awal agresi," ungkapnya, seperti dimuat Mehr News Agency.

Dalam kesempatan yang sama, penasihat Kementerian Perhubungan Yaman, Abdullah al-Suwaidi mengatakan serangan koalisi Saudi dalam delapan tahun terakhir, telah mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur Yaman.

"Transportasi darat, laut dan udara Yaman telah rusak dan kerugiannya bisa mencapai 6 miliar dolar AS (Rp 90 triliun)," kata al-Suwaidi.

Beberapa minggu lalu, organisasi hukum "Entesaf" merilis sebuah laporan tentang korban perempuan dan anak-anak Yaman akibat perang.

Disebutkan bahwa sekitar 5.000 perempuan Yaman tewas atau terluka selama perang delapan tahun.

Menurut Entesaf, seorang wanita Yaman dan enam anak meninggal setiap dua jam akibat kondisi kesehatan yang buruk, kurangnya akses ke perawatan kesehatan dan layanan selama masa kehamilan atau persalinan.

Selain itu Entesaf juga melaporkan lebih dari 1,5 juta wanita hamil atau menyusui di Yaman menderita kekurangan gizi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya