Berita

Tokoh Perhimpunan Persahabatan Indonesia - Jepang (PPIJ) menggelar diskusi bersama pimpinan media massa di Ramayana Terrace, Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (19/6)/Ist

Publika

Bukan Kunjungan Biasa, Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako di Indonesia

SELASA, 20 JUNI 2023 | 11:43 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

MEMAKNAI kunjungan Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako ke Indonesia (17 sampai dengan 23 Juni), Tokoh Perhimpunan Persahabatan Indonesia - Jepang (PPIJ) menggelar diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Ramayana Terrace, Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (19/6) malam. Mereka: Rachmat Gobel (Ketua PPIJ Indonesia), Ginandjar Kartasasmita, dan Yasuo Fukuda (Ketua PPIJ Jepang).

Ketiganya memimpin diskusi membahas seputar hubungan persahabatan Indonesia - Jepang yang telah menginjak usia 65 tahun. Acara diskusi dihadiri juga oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Ahmadi dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji.

Dari Hati ke Hati


Jepang-Indonesia berdamai pada tanggal 20 Januari 1958 dan praktis sejak itu dijalin hubungan diplomatik kedua negara hingga sekarang. Kunjungan Kaisar Jepang dan Permaisuri ke Indonesia dimaknai oleh Gobel dan Fukuda bukan sebagai kunjungan biasa. Sangat istimewa, kata keduanya.

Pertama, Indonesia dipilih sebagai negara pertama (dari 200 negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Jepang) yang dikunjungi oleh Kaisar. Masa kunjungan di Indonesia durasinya pun cukup lama, selama seminggu. Itu jarang dilakukan Kaisar. Selain Jakarta, Naruhito dan Masako juga berkunjung ke Yogyakarta.
 
"Kunjungan itu menunjukkan keistimewaan kedekatan Indonesia - Jepang," kata pengusaha kondang Rachmat Gobel yang juga Wakil Ketua DPR RI.

"Hubungan sudah taraf sehati," timpal Fukuda, mantan Perdana Menteri Jepang.
 
Fukuda bercerita, pihak Jepang semula tidak ingin mempublikasikan kunjungan Kaisar itu, khawatir bisa membuat iri negara lain. Setelah tiga tahun Covid-19 boleh dibilang memang itulah perjalanan pertama Kaisar ke luar negeri, dan dia tetapkan Indonesia sebagai negara pertama yang dia kunjungi.
 
"Dasarnya cukup kuat. Kaisar sangat menghargai hubungan erat bangsa Indonesia dengan bangsa Jepang. Hubungan itu mencapai grade tertinggi, sebab digerakkan dari hati ke hati," kata Fukuda.

"Sebelum ini Kaisar memang sempat melawat ke Inggris, tapi itu untuk melayat jenazah mendiang Ratu Inggris," tambah Fukuda.
 
Kunjungan terakhir Kaisar Jepang –waktu itu Kaisar Akihito– ke Indonesia terjadi 32 tahun lalu. "Jadi peristiwa ini sekali dalam 30 tahun. Sangat istimewa," sambung Ginanjar Kartasasmita.

Sebagai Ketua Dewan Penasehat PPIJ, Ginanjar menilai selama 65 tahun menjalin hubungan diplomatik Jepang - Indonesia kita tidak pernah bertengkar. Selisih paham hanya sesekali tetapi bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Momentum kunjungan Kaisar Jepang menandai kedua bangsa akan menapaki era baru ke depan yang memiliki bobot berbeda," kata politisi senior Partai Golkar, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan mantan pelbagai jabatan menteri di era Orde Baru.

Dubes Heri Ahmadi menambahkan hubungan Indonesia - Jepang di berbagai aspek secara statistik mengalami peningkatan. Mulai dari perdagangan hingga aspek sosial. Intinya kedua bangsa saling menyukai.

Ia pun menyodorkan data, tahun 2021 ada sekitar seratus orang Jepang yang menikah dengan Indonesia. Angka itu sudah meningkat 20 persen di tahun berikutnya. Heri tidak menjelaskan secara detail gender masing-masing.

Jumlah warga Indonesia juga mengalami peningkatan, sekarang sekitar 130 ribu jiwa, sebelumnya hanya seratus ribu jiwa sebelum pandemi Covid-19. Maka putusan tepat jika kedua bangsa bersepakat perayaan ulang tahun ke-65 persahabatan itu, bertema: "Satuhati".

Tema itu telah diangkat menjadi theme song dengan judul sama yang dinyanyikan penyanyi terkenal Jepang Hira Akikato yang beristri artis Indonesia.

Kunjungi Kebun Raya Bogor

Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan kenegaraan bilateral Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (19/6). Menurut Jokowi kunjungan tersebut memperkokoh fondasi persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

“Saya merasa terhormat karena Indonesia menjadi negara pertama kunjungan kenegaraan bilateral Kaisar Jepang ke luar negeri," kata Presiden dalam pernyataan persnya di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor.

Presiden Jokowi menyatakan fondasi yang kokoh sangat diperlukan bagi pengembangan kemitraan strategis kedua negara di situasi dunia saat ini.

Presiden pun berharap kunjungan Kaisar Naruhito dan Permaisuri mampu memberikan kesan baik bagi persahabatan kedua negara. Dalam kunjungan itu, Kaisar dan permaisuri sempat diajak oleh Presiden Jokowi dan Ibu Iriana ke Kebun Raya Bogor.

Kaisar Jepang adalah pemimpin keluarga kekaisaran dan kepala seremonial negara dari sistem monarki konstitusional Jepang.

Menurut sejarah, kaisar juga merupakan pemegang kewenangan tertinggi agama Shinto karena dia dan keluarganya dipandang sebagai keturunan dari dewi matahari Amaterasu yang kepentingannya juga menangani urusan keagamaan, termasuk ritual Shinto dan ritual seluruh bangsa.
 
Saat ini, pemimpin Jepang adalah satu-satunya penguasa monarki di dunia yang gelarnya diterjemahkan setingkat dengan Kaisar. Naruhito telah berada di Takhta Krisantemum sejak dirinya dinobatkan sebagai kaisar setelah ayahnya, Akihito, turun tahta pada tanggal 30 April 2019.
 
Rachmat Gobel mengatakan acara diskusi itu mendadak diselenggarakan Senin malam karena Fukuda kangen bertemu para pemimpin redaksi yang hampir setiap ke Jepang tidak lupa menemuinya.

"Sekarang saya datang ke Indonesia menebus rasa kangen saya. Selanjutnya, saya tunggu lagi para wartawan diajak ke Jepang oleh Pak Rachmat Gobel," kata Fukuda menutup diskusi.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya