Berita

Orang tua Uganda memakamkan anaknya yang menjadi korban serangan/Net

Dunia

Para Orang Tua di Uganda Memakamkan Anak-anak yang jadi Korban Serangan Mematikan

SELASA, 20 JUNI 2023 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemandangan menyedihkan terlihat di Uganda, ketika para orang tua mulai menguburkan anak-anak mereka yang menjadi korban pembantaian kelompok pemberontak ekstremis.

Nampak suasana muram penuh isak tangis. Juga terdengar suara lirih para ibu yang masih tidak percaya anak mereka yang sedang menimba ilmu, tewas dengan cara mengenaskan.

Sebagian orang tua lainnya masih terus mencari informasi tentang keberadaan anak mereka. Keluarga yang sangat membutuhkan berita menunggu sepanjang malam dalam cuaca dingin di luar kamar mayat di dekat Bwera.


Mereka yang mampu mengidentifikasi orang yang dicintai berpelukan dan menangis saat mereka mengambil mayat di peti mati.

"Kami berbondong-bondong ke rumah sakit dan menemukan banyak mayat - laki-laki dan perempuan, beberapa dipotong dengan pangas (parang), yang lain dipukul dengan palu di kepala," kata seorang petani, seperti dikutip dari AFP.

Minggu ini menjadi yang paling buruk bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebanyak 41 orang, sebagian besar adalah pelajar, tewas dalam serangan mengerikan pada Jumat malam, yang terburuk di Uganda sejak 2010 .

Para korban dibacok, ditembak, dan dibakar di halaman Sekolah Menengah Lhubiriha di Mpondwe, yang terletak kurang dari dua kilometer dari perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC).

Pihak berwenang Uganda menuding Pasukan Demokratik Sekutu (ADF), sebuah milisi yang berbasis di Republik Demokratik Kongo, adalah yang paling bertanggung jawab. Aparat mengejar para penyerang yang melarikan diri kembali ke perbatasan dengan enam orang yang diculik.

Biro Kontra Terorisme Amerika Serikat telah lama mengklasifikasikan ADF sebagai organisasi teroris Islam.

Insiden hari Jumat telah membuat ngeri komunitas internasional. Uni Afrika, Prancis, dan Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa dan mengutuk pertumpahan darah tersebut.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya