Berita

Menteri luar negeri Thailand, Don Pramudwinai/Net

Dunia

Thailand Undang Junta Myanmar Bicara, Anggota ASEAN Pilih Menjauh

SENIN, 19 JUNI 2023 | 16:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebagai negara tetangga yang terdampak langsung oleh konflik militer di Myanmar, Thailand berinisiatif menggelar pembicaraan yang melibatkan perwakilan junta.

Menteri luar negeri Thailand, Don Pramudwinai mengatakan pihaknya telah mengundang seluruh Menteri Luar Negeri ASEAN termasuk delegasi yang ditunjuk junta Myanmar untuk membahas agar penyelesaian konflik bisa diselesaikan melalui tingkat para pemimpin.

"Kami menyerukan pertemuan tersebut, karena Thailand adalah yang paling terpengaruh jika kita membiarkan ini berkepanjangan," kata Don saat wawancara dengan Thai PBS, seperti dimuat The Star pada Senin (19/6).


Don menceritakan bagaimana krisis Myanmar yang berkepanjangan telah membuat banyak pengungsi berdatangan ke perbatasan Thailand dan memberikan pukulan keras pada ekonomi nasional mereka.

“Kami dapat mengatakan bahwa Thailand adalah satu-satunya negara di ASEAN yang ingin melihat masalah ini berakhir secepat mungkin, yang akan bermanfaat bagi kami," tegasnya.

Menurut Don, Menlu Myanmar yang ditunjuk junta, Than Swe, akan bergabung dalam pembicaraan itu.

Kendati demikian, upaya yang dilakukan Thailand justru mendapat penolakan dari beberapa negara anggota ASEAN dan yang lainnya hanya mengirimkan pejabat junior.

Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini juga menolak inisiasi Thailand tersebut. Sejak memimpin, Presidensi RI berupaya menggunakan pendekatan baru dengan melibatkan para pemangku kepentingan dalam konflik Myanmar untuk memulai perdamaian.

Menlu Malaysia juga menolak untuk menghadiri pembicaraan Thailand. Mereka tetap mendukung upaya Indonesia dan menilai rencana Thailand dapat merusak persatuan ASEAN.

Sementara Kamboja, mengatakan Menlu Prak Sokhonn, yang tahun lalu menjabat sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar, tidak bisa datang namun akan diwakili oleh wakilnya.

Sejak kudeta militer tahun 2021, ASEAN telah sepakat bahwa junta Myanmar dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN sebagai upaya untuk menentang dan tidak mengakui kekuasaan mereka.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya