Berita

Presiden Ceko Petr Pavel/Net

Dunia

Presiden Ceko Luruskan Pernyataan tentang Warga Rusia yang Harus Diawasi

SENIN, 19 JUNI 2023 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seruan agar warga Rusia yang ada di luar negeri harus dipantau selayaknya masa-masa di mana orang Jepang-Amerika diasingkan selama Perang Dunia II, dibantah oleh Presiden Ceko Petr Pavel.

Dalam pernyataannya Pavel meluruskan seruan yang ia sampaikan sendiri beberapa waktu lalu.

“Pemantauan bukan berarti setiap warga negara Rusia harus diawasi,” kata Pavel kepada CNN, Minggu (18/6).


“Artinya adalah pemantauan umum atas apa yang terjadi di komunitas itu dan respons terhadap faktor risiko perilaku," katanya.

“Ini adalah langkah untuk memastikan keselamatan warga kami sehingga kami tidak mengulangi apa yang terjadi di Vrbetice,” lanjut Pavel, merujuk pada ledakan tahun 2014 di dua depot amunisi di bagian tenggara negara itu.

Ketika itu, pihak berwenang Ceko mengklaim bahwa agen Rusia berada di balik ledakan tersebut dan mengusir beberapa diplomat Rusia atas insiden tersebut. Moskow membantah keterlibatannya dalam ledakan itu.

Pada Kamis (15/6), Pavel berbicara kepada Radio Free Europe/Radio Liberty, menyerukan pemantauan "lebih ketat" terhadap semua orang Rusia yang berada di luar negeri, terkait konflik bersenjata dengan Ukraina. Dia membuat perbandingan dengan penahanan massal orang Jepang-Amerika di AS selama Perang Dunia II.

Pada tahun 1988, Presiden Ronald Reagan meminta maaf kepada komunitas Jepang-Amerika dan menandatangani undang-undang yang menawarkan kompensasi kepada korban penahanan massal yang masih hidup.

Pavel berargumen pada hari Minggu bahwa kesejajaran sejarah yang dia buat sebelumnya tentu saja tidak terdengar seperti dukungan atau bahkan saran bahwa pengawasan warga Rusia dilakukan dengan cara serupa.

Dia menegaskan bahwa dirinya hanya menyebutkan pengawasan era Perang Dunia II untuk memberikan “konteks sejarah” dalam menggambarkan pembatasan masa lalu yang dikenakan pada warga negara yang sedang berperang.

Pada tahun 2021, Republik Ceko menjadi salah satu negara bagian pertama yang secara resmi ditetapkan sebagai “negara yang tidak ramah” oleh Rusia. Moskow menjelaskan langkah tersebut dengan mengutip kebijakan Praha yang bermusuhan, termasuk pengusiran diplomat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya