Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam satu pertemuan/Ist

Politik

Ketegangan Megawati dan SBY, Penghalang Langkah AHY jadi Cawapres

SABTU, 17 JUNI 2023 | 18:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketegangan masa lalu yang tercipta antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disinyalir menjadi penghalang Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon wakil presiden.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, peluang AHY menjadi cawapres nampak diminati PDIP. Sebab, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tak kunjung mendeklarasikan cawapres pendamping Anies Baswedan.

“Sebenarnya AHY jadi cawapres Ganjar Pranowo (Capres yang diusung PDIP) amat menguntungkan bagi PDIP,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (17/6).


Akan tetapi, dosen ilmu pemerintahan Universitas Sutomo itu justru memandang, ketegangan antara Megawati dengan SBY yang hingga hari ini masih terjadi, malah tidak memuluskan peluang AHY.

“Karena masih adanya penghalang di antara Megawati dengan Susilo Bambang Yudhono, PDIP akhirnya lebih mencari pendamping Ganjar dari unsur golongan agama atau dari unsur menteri-menteri yang berada di kabinet,” terangnya.

Karena itu, Efriza melihat kedekatan PDIP dan Partai Demokrat yang tengah dibangun Ketua DPR RI, Puan Maharani, adalah untuk menunjukkan sikap politik santun kepada Partai Demokrat dengan berencana bertemu AHY.

“Mereka ingin mempertontonkan kepada publik bahwa kedua anak muda ini tidak ada beban masa lalu, mereka bisa saling menghormati dan menjaga etika politik,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya