Berita

Representative Image/Net

Dunia

PBB: Pengungsi Sudan Mengalami Kekerasan Seksual

SABTU, 17 JUNI 2023 | 00:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perempuan dan anak perempuan Sudan terus menghadapi serangkaian pelanggaran hak asasi manusia, pelecehan dan kekerasan seksual.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dalam laporannya pada kamis (15/6) mengungkapkan banyak warga sipil Sudan yang pergi mengungsi ke Mesir, Chad, Sudan Selatan, dan Republik Afrika Tengah, mengadukan apa yang mereka alami kepada tim perlindungan PBB.

Lebih dari 470.000 masyarakat Sudan yang menyeberang ke negara tetangga, sebagian besar dikabarkan mengalami tindakan pemerkosaan atau eksploitasi seksual di sepanjang jalan, ketika mereka tiba di pos pemeriksaan atau di jalur perdagangan manusia, kata laporan itu.


Akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab itu, para korban yang hendak pergi untuk mencari tempat berlindung dikabarkan mengandung saat tiba di kamp pengungsian.

“Selain konsekuensi fisik, seksual, reproduksi, dan kesehatan mental yang bertahan lama, beberapa penyintas kini telah tiba di negara tetangga dalam keadaan hamil akibat pemerkosaan,” kata asisten komisaris tinggi UNHCR untuk perlindungan Gillian Triggs dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat The Globe and Mail, Jumat (16/6).

Peperangan antara militer Sudan dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang meletus pada April lalu, banyak gadis remaja yang juga dikabarkan menghadapi risiko pernikahan dini.

“Gadis remaja menghadapi peningkatan risiko pernikahan anak, karena beberapa keluarga terpaksa melakukan praktik berbahaya ini. Itu untuk melindungi mereka dari risiko lebih lanjut dari kekerasan seksual, penyerangan atau eksploitasi,” tambahnya.

Situasi kacau itu saat ini sedang menjadi perhatian serius dari PBB, yang sedang mencari cara untuk mengatasi maraknya kejahatan seksual yang dialami oleh para pengungsi Sudan.

Dalam situs resminya, UNHCR menegaskan bahwa serangkaian pelanggaran hak asasi manusia yang mengejutkan ?" termasuk serangan dan kekerasan terhadap warga sipil ?" harus dihentikan. Warga sipil yang mencoba mengakses keselamatan dan keamanan, perlindungan dan bantuan di dalam atau di luar Sudan, harus dapat melakukannya dengan cara yang aman dan tidak diskriminatif.

Akses yang berkelanjutan dan efektif oleh para pelaku kemanusiaan, termasuk LSM nasional dan internasional, juga sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa bantuan kritis dapat diberikan segera kepada mereka yang paling rentan.

UNHCR juga mengulangi seruannya pada semua negara untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka bagi warga sipil yang melarikan diri dari Sudan, bahkan termasuk individu yang tidak berdokumen.

Badan itu berharap agar negara-negara dapat secara efektif mengakses perlindungan dan bantuan, untuk mencegah orang dari keharusan menggunakan bantuan penyelundup.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya