Berita

Ketua DPC Demokrat Jakarta Pusat, Taufiqurrahman/RMOL

Politik

Kader Demokrat: Moeldoko Tidak Tahu Adab dan Terima Kasih ke SBY

JUMAT, 16 JUNI 2023 | 22:47 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Ambisi politik Jenderal (Purn) Moeldoko dengan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terkait kepengurusan Partai Demokrat, dianggap memudarkan jiwa korsanya sebagai prajurit TNI.

Terlebih lagi, dalam karier militer Moeldoko, ada peran besar Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Moeldoko justru ingin merebut Partai Demokrat yang dibesarkan oleh SBY.

Pandangan itu disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Jakarta Pusat, Taufiqurrahman, saat aksi cap jempol darah di kain putih, sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.


"Kita juga tidak mengerti kenapa Moeldoko sampai seberani itu melawan kepada seniornya yang bahkan telah memberikan kepercayaan kepada dirinya. Moeldoko mulai dari bintang satu, bintang dua, bintang tiga, sampai bintang empat itu Pak SBY yang kasih, Pak SBY yang tanda tangan," kata Taufiq di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Bahkan, Taufiq menyebut tindakan yang dilakukan Moeldoko membuat SBY meminta maaf kepada publik.

"Bahkan yang mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI ini juga Pak SBY. Itu makanya Pak SBY sempat mengajukan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena pernah memberikan kepercayaan kepada orang seperti Moeldoko," tuturnya.

"Moeldoko ini tidak tahu adab, Moeldoko ini tidak tahu berterima kasih, dan Moeldoko ini memberikan contoh buruk kepada junior-junior," tegas Taufiq.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya