Berita

Aparat Kenya/Net

Dunia

Kena Bom Al Shabaab, Delapan Polisi Kenya Tewas

KAMIS, 15 JUNI 2023 | 17:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ledakan bom rakitan yang diduga sengaja dikirim oleh kelompok ekstremis Al Shabaab dilaporkan telah membunuh delapan petugas polisi Kenya.

Komisaris Regional Kenya Timur Laut, John Otieno pada Kamis (15/6) mengatakan bom itu ditaruh di dalam kendaraan polisi yang terparkir di daerah Garissa, sebuah wilayah di perbatasan dekat Somalia, pada Selasa (13/6).

"Kami kehilangan delapan petugas polisi dalam serangan ini. Kami mencurigai Al Shabaab pelakunya," kata Otieno, seperti dimuat Al Arabiya.


Al Shabaab merupakan kelompok teroris yang melancarkan pemberontakan berdarah terhadap pemerintah Somalia selama lebih dari 15 tahun.

Kenya pertama kali mengirim pasukan ke Somalia pada 2011 untuk memerangi militan ekstremis Al Shabaab yang berafiliasi dengan Al Qaeda.

Saat ini Kenya telah menjadi kontributor utama pasukan untuk operasi militer Uni Afrika melawan Al Shabaab.

Bantuan Kenya justru membuat negara itu menjadi sasaran Al Shabaab dengan sejumlah serangan balasan termasuk pengepungan berdarah di mal Westgate di Nairobi pada 2013 yang menelan 67 nyawa dan serangan di Universitas Garissa pada 2015 yang menewaskan 148 orang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya