Berita

Sebuah tanda terlihat tergantung di pagar yang mengelilingi bangunan kosong di lahan sewaan kedutaan Rusia yang baru di dekat Parlemen Australia, Canberra/AP

Global

Australia Batalkan Kontrak, Cegah Rusia Bangun Kedutaan Baru di Canberra

KAMIS, 15 JUNI 2023 | 11:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Demi menjaga keamanan negara, parlemen Australia pada Kamis (15/6) mengesahkan undang-undang yang melarang Rusia membangun kedutaan baru di dekat Gedung Parlemen.

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan bahwa undang-undang itu akan menghentikan sewa Rusia atas situs tersebut berdasarkan saran dari lembaga keamanan.

"Pemerintah telah menerima saran keamanan yang sangat jelas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh kehadiran baru Rusia yang begitu dekat dengan Gedung Parlemen. Kami  bertindak cepat untuk memastikan bahwa situs sewa tersebut tidak akan menjadi tempat resmi bagi kegiatan diplomatik," ujar Albanese kepada wartawan.


Namun, keputusan untuk membatalkan sewa tersebut dilaporkan tidak akan berdampak pada kedutaan Rusia yang sudah ada di Griffith.

Menurut laporan dari media Australia, Rusia telah mengambil sewa tersebut pada 2008 dan rencana pembangunan disetujui pada 2011. Namun, Otoritas Ibu Kota Nasional menyalahkan kedutaan Rusia karena tidak segera menggunakan situs tersebut.

Namun seperti dikutip Associated Press, Menteri Dalam Negeri Clare O'Neil menjelaskan bahwa masalah utama dengan usulan gedung kedutaan Rusia yang kedua adalah karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan gedung parlemen.

Menurutnya, tidak ada kedutaan manapun yang akan diizinkan didirikan di lokasi tersebut.

Saat ini, Albanese sendiri mengatakan pemerintahnya telah mengantisipasi tanggapan yang muncul dari Rusia atas keputusan tersebut.

"Kami tidak mengharapkan Rusia untuk berkomentar tentang hukum internasional, mengingat penolakan mereka yang konsisten dan berani terhadapnya. Serta invasi mereka ke Ukraina," ujar Albanese.

Langkah tersebut diambil oleh pemerintah Australia di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara Moskow dengan para pendukung Ukraina.

Australia merupakan salah satu kontributor non-NATO terbesar yang terus mendukung Ukraina, dengan secara aktif menyediakan bantuan, amunisi, dan peralatan pertahanan. Australia juga telah memberlakukan larangan ekspor bijih alumina dan aluminium, termasuk bauksit, ke Rusia.

Sejak konflik dimulai, Australia telah memberikan dukungan militer senilai jutaan dolar kepada Ukraina dan memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 1.000 individu dan entitas Rusia.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya