Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Ist

Publika

Jokowi Jangan Sampai Menempatkan Kepresidenannya di Titik Paling Nadir

OLEH: ADIAN RADIATUS
RABU, 14 JUNI 2023 | 20:55 WIB

HAMPIR satu bulan ini bergulir istilah cawe-cawe yang secara sederhana berarti ikut campur urusan (orang) lain (yang bukan urusannya). Sayangnya keriuhan di Tanah Air tentang hal ini adalah terkait sepak terjang Joko Widodo alias Jokowi, yang entah dalam posisi pribadi atau sebagai presiden republik ini.

Jokowi tampak begitu sibuk terkait urusan capres penggantinya kelak setelah purnatugas sebagai presiden ketujuh RI. Urutan presiden yang paling penuh kontroversi dan cenderung penuh kesan negatif di berbagai segmen kehidupan rakyat sepanjang kepemimpinannya.

Tentu saja Jokowi memiliki intuisi dan informasi valid di balik model dan cara dirinya mengurus rakyat, bangsa, dan negara ini.


Oleh karena itu, mudah sekali menganalisis terkait mengapa adanya upaya wacana tiga periode hingga perpanjangan masa jabatan adalah ambisi dirinya yang amblas dikaitkan dengan cawe-cawe, yang akhirnya diakuinya walau dengan argumen agar 'secara positif' dimaknainya.

Jokowi sepertinya menyadari mayoritas rakyat, baik secara terus terang maupun berdiam kata, jelas kecewa dan tak lagi menginginkan kepemimpinannya.

Hal ini disebabkan demikian banyaknya masalah tata kelola pemerintahan yang menggores perasaan rakyat namun hanya dapat membisu, kecuali kaum aktivis dan mereka yang peduli berani mengungkapkannya. Untung rakyat ada media sosial.

Kalau saja instrumen lembaga politik kenegaraan berlangsung dengan baik dan benar dalam memegang teguh sumpah pengabdiannya pada bangsa dan negara, niscaya sudah jauh hari tak lagi turut serta mengurus negeri ini sebagai pucuk pemimpinnya. Jokowi tenang di permukaan namun bergejolak di baliknya.

Sebab jelas cawe-cawenya hanyalah kepanjangan upaya penyelamatan diri atas kegagalan jurus tiga periode dan jurus menambah waktu berkuasanya.

Mirisnya, yang jadi tumbal penyimpangan tata etika moral kenegaraan ini adalah lembaga kepresidenannya sendiri. Sesuatu yang sejak kepemimpinan nasional bergulir hingga presiden keenam berjalan secara elegan dan sangat terhormat di mata rakyat.

Cawe-cawe Jokowi bahkan memberi kesan adanya sikap dualisme, kalau tidak mau disebut munafik atau naif. Di mana saat depan Megawati bahasa dukung Ganjar begitu gagah, sementara di lain kesempatan sangat bermanis kata dukungan ketika bersama Prabowo.

Kecuali Anies yang sangat terasa dibencinya, karena mungkin selama lima tahun pamor Gubernur Anies lebih berkelas dibanding Presiden Jokowi. Mungkin saja.   

Maka tanpa harus menjelaskan secara 'Lemhanas' bagaimana sebuah pergantian demokrasi atas kepemimpinan bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan secara berlebihan, apalagi bila telah meninggalkan jejak-jejak kemajuan bagi bangsa ini. Sehingga Jokowi jangan sampai menempatkan kepresidenannya di titik paling nadir lewat cawe-cawe yang terkesan buruk itu.

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya