Berita

Gambaran tentara China dalam buku saku pertahanan sipil Taiwan/Net

Dunia

Taiwan Bagikan Buku Saku Pertahanan Agar Warga Bisa Identifikasi Tentara China

RABU, 14 JUNI 2023 | 08:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Militer Taiwan merilis buku saku pertahanan sipil yang untuk pertama kalinya mencakup bagian tentang cara membedakan antara tentara China dan Taiwan berdasarkan seragam, kamuflase, dan lencana mereka.

Buku saku tersebut sudah diluncurkan pada tahun lalu, dan diperbarui pada Selasa (13/6). Buku ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing dan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Di dalam buku tersebut dirinci cara menemukan tempat perlindungan bom, persediaan air dan makanan melalui aplikasi telepon pintar, serta tip untuk menyiapkan kotak P3K darurat.


Salah satu pembaruan yang mencolok adalah ilustrasi personel militer Taiwan dan "tentara musuh" yang mengenakan seragam militer China.

Tentara Taiwan ditampilkan tersenyum, sedangkan tentara China memiliki mulut yang tertunduk dan ekspresi yang parah.

“Sebenarnya cukup sulit untuk membedakan mereka,” kata Direktur All-Out Defense Mobilization Agency Shen Wei-chih kepada wartawan di kementerian pertahanan, seperti dimuat Channel News Asia.

Tentara China digambarkan mengenakan seragam Tentara Pembebasan Rakyat. Meski para ahli mengatakan pasukan pasukan khusus mungkin memakai perlengkapan yang berbeda saat mereka mencoba menyusup ke Taiwan selama invasi.

Personel darurat Taiwan, termasuk polisi dan responden pertama, juga ditampilkan dalam buku saku tersebut.

Buku tersebut akan tersedia untuk diunduh. Pihak militer juga sedang mengerjakan terjemahan bahasa Inggris.

China memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, meskipun ada keberatan kuat dari Taipei.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya