Berita

Guru Besar Ekonomi Politik Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Didin S. Damanhuri/RMOL

Politik

Prof Didin Damanhuri: Pilih Pemimpin yang Tidak Membodohi Publik

SENIN, 12 JUNI 2023 | 01:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masyarakat sudah cerdas dalam memilih calon presiden yang dapat melakukan perubahan fundamental dan mencerminkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Begitu disampaikan Guru Besar Ekonomi Politik Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Didin S. Damanhuri usai menghadiri acara diskusi Forum Negarawan yang membahas soal kriteria pemimpin nasional di Ruang Balairung Pahlawan, Museum Satriamandala, Jakarta, Minggu (11/6).

"Pemimpin nasional menurut saya sederhana saja, dia harus mencerminkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, itu kriteria yang utama," ujar Didin kepada wartawan.


Menurut Didin, pemimpin harus melindungi seluruh warga negara, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertanggung jawab terhadap perdamaian dunia berdasarkan keadilan sosial dan sebagainya.

"Itu pemimpin yang sudah dirumuskan oleh founding fathers," kata Didin.

Didin pun menyerahkan pilihan capres kepada masyarakat. Yang terpenting, masyarakat memilih pemimpin yang bisa mencerminkan tujuan nasional tersebut.

"Kalau menurut saya rakyat sudah cerdas, mana yang bisa mensejahterakan rakyat, dan mana yang tidak melakukan pembodohan publik, kebalikan dari mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya