Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rakyat Korea Utara dan Masyarakat Progresif di Seluruh Dunia Bersiap Merayakan Dua Peringatan Bersejarah

SABTU, 10 JUNI 2023 | 14:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tahun ini masyarakat dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DRRK) dan rakyat progresif di seluruh dunia akan menandai dua peringatan penting.

Dalam beberapa bulan mendatang, negara itu akan merayakan kemenangan mereka dalam Perang Pembebasan Tanah Air yang ke-70 tahun, serta lahirnya DPRK ke-75 tahun.

Kedua peristiwa itu telah menjadi tonggak bersejarah dalam perjuangan pembebasan nasional anti-imperialis di negara tersebut yang berhasil melawan invasi dengan kekuatannya, meski negara itu masih terbilang kecil dalam memperjuangkan kemerdekaan.


Sebagai negara sosialis yang kuat, DPRK masih tetap mengamalkan prinsip kemerdekaannya, dengan kemandiriannya dalam pertahanan untuk menjaga kepentingan rakyat. Prestasi itu disebut telah menjadi contoh bagi dunia untuk membangun negara yang mandiri dan berdaulat, seperti Korea Utara.

Dalam menyambut peringatan ini, Organisasi untuk Perayaan Internasional dari Pembebasan Gerakan Progresif di Korea (OCIFPGPP) telah membentuk sebuah komite persiapan yang telah aktif di wilayah Asia-Pasifik dan wilayah lainnya.

Komite yang didirikan itu bertujuan untuk berkoordinasi dalam perayaan momen bersejarah mereka secara bersama-sama dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.

Dalam pernyataannya, OCIFPGPP telah menetapkan "Periode Perayaan Internasional" yang akan berlangsung mulai 10 Juli hingga 15 September mendatang, dengan berbagai kegiatan acara megah yang akan diselenggarakan oleh organisasi tersebut di dalam negeri maupun di luar negeri.

OCIFPGPP menuturkan bahwa mereka akan mengadakan acara internasional secara megah dan khas untuk memperingati dua momen bersejarah itu. OCIFPGPP ingin ini menjadi sorotan global yang dapat membangkitkan kekaguman dan pujian dari masyarakat di seluruh dunia terhadap keberhasilan dan kehebatan pemimpin Korea Utara.

Dalam perayaan itu, OCIFPGPP juga akan mengadakan pertemuan yang melibatkan delegasi organisasi persahabatan dan solidaritas dari berbagai negara serta tokoh-tokoh internasional. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kegiatan mereka selama periode perayaan dan merencanakan program-program selanjutnya yang akan datang.

"OCIFPGPP percaya bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan selama Periode Perayaan Internasional ini akan menghasilkan dampak yang luar biasa, berkat dukungan dan partisipasi positif dari masyarakat progresif yang mendambakan kemerdekaan, keadilan, perdamaian, dan persahabatan," tulis OCIFPGPP dalam pernyataannya, yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, pada Sabtu (10/6).

Misi akhir dari organisasi itu adalah untuk memuji pencapaian abadi dan kehebatan para pemimpin luar biasa rakyat Korea dan memberikan publisitas luas tentang realitas kemakmuran Korea di seluruh dunia.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya