Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Dalam pandangan Asosiasi Mahasiswa Hukum Tata Negara se-Indonesia (AMHTN-SI), keputusan KPU ini adalah bentuk kemunduran terkait transparansi dan akuntabilitas dari gelaran demokrasi. Transaksi politik praktis berpotensi makin masif terjadi melalui patron-klien yang berkepentingan.
“Dengan dihapusnya laporan penerimaan sumbangan tersebut, kita tidak tahu asal-usul dana yang digunakan parpol dan kandidat dalam melakukan safari politik hingga gelar rapat umum di tempat terbuka,” kata Koordinator Kajian dan Analisis Kebijakan Publik AMHTN-SI, A Fahrur Rozi, melalui keterangannya, Rabu (7/6).
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
UPDATE
Sabtu, 05 September 2026 | 10:18
Sabtu, 05 September 2026 | 09:19
Sabtu, 05 September 2026 | 08:50
Sabtu, 05 September 2026 | 08:14
Sabtu, 05 September 2026 | 07:41
Sabtu, 05 September 2026 | 06:46
Sabtu, 05 September 2026 | 06:34
Sabtu, 05 September 2026 | 06:17
Sabtu, 05 September 2026 | 06:02
Sabtu, 05 September 2026 | 05:52