Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Dalam pandangan Asosiasi Mahasiswa Hukum Tata Negara se-Indonesia (AMHTN-SI), keputusan KPU ini adalah bentuk kemunduran terkait transparansi dan akuntabilitas dari gelaran demokrasi. Transaksi politik praktis berpotensi makin masif terjadi melalui patron-klien yang berkepentingan.
“Dengan dihapusnya laporan penerimaan sumbangan tersebut, kita tidak tahu asal-usul dana yang digunakan parpol dan kandidat dalam melakukan safari politik hingga gelar rapat umum di tempat terbuka,” kata Koordinator Kajian dan Analisis Kebijakan Publik AMHTN-SI, A Fahrur Rozi, melalui keterangannya, Rabu (7/6).
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
UPDATE
Sabtu, 26 September 2026 | 06:30
Sabtu, 26 September 2026 | 06:12
Sabtu, 26 September 2026 | 06:00
Sabtu, 26 September 2026 | 05:41
Sabtu, 26 September 2026 | 05:17
Sabtu, 26 September 2026 | 05:00
Sabtu, 26 September 2026 | 04:29
Sabtu, 26 September 2026 | 04:18
Sabtu, 26 September 2026 | 04:00
Sabtu, 26 September 2026 | 03:46