Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Ilustrasi kantor KPU RI/RMOL
Dalam pandangan Asosiasi Mahasiswa Hukum Tata Negara se-Indonesia (AMHTN-SI), keputusan KPU ini adalah bentuk kemunduran terkait transparansi dan akuntabilitas dari gelaran demokrasi. Transaksi politik praktis berpotensi makin masif terjadi melalui patron-klien yang berkepentingan.
“Dengan dihapusnya laporan penerimaan sumbangan tersebut, kita tidak tahu asal-usul dana yang digunakan parpol dan kandidat dalam melakukan safari politik hingga gelar rapat umum di tempat terbuka,” kata Koordinator Kajian dan Analisis Kebijakan Publik AMHTN-SI, A Fahrur Rozi, melalui keterangannya, Rabu (7/6).
Populer
Minggu, 01 November 2026 | 22:28
Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29
Selasa, 03 November 2026 | 02:41
Senin, 02 November 2026 | 20:11
Minggu, 01 November 2026 | 12:02
Senin, 02 November 2026 | 15:43
Rabu, 04 November 2026 | 23:19
UPDATE
Kamis, 05 November 2026 | 16:34
Kamis, 05 November 2026 | 16:27
Kamis, 05 November 2026 | 16:12
Kamis, 05 November 2026 | 16:00
Kamis, 05 November 2026 | 15:48
Kamis, 05 November 2026 | 15:46
Kamis, 05 November 2026 | 15:38
Kamis, 05 November 2026 | 15:33
Kamis, 05 November 2026 | 15:28
Kamis, 05 November 2026 | 15:22