Berita

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono/Net

Politik

Ancaman Resesi Global, Dave Laksono Ingatkan Rusia-Ukraina Redakan Tensi Konflik

MINGGU, 04 JUNI 2023 | 22:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rusia dan Ukraina diminta segera meredakan tensi di tengah konflik yang masih terus berlanjut. Pasalnya, konflik kedua negara itu, disinyalir menjadi salah satu penyebab resesi global tahun 2023 yang menyebabkan penurunan ekonomi berkepanjangan di seluruh dunia.

“Menurut saya, seharusnya Ukraina dan Rusia bisa meredakan tensi agar mau berunding dan menghentikan pertempuran,” kata anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono kepada wartawan, Minggu (4/6)

Menurutnya, kedua negara harus membahas intensif perihal perdamaian dan tak perlu banyak pihak yang campur tangan. Sebab, kedaulatan kedua negara hingga saat ini masih diakui dunia.


Soal posisi Indonesia pada konflik kedua negara itu, kata legislator Partai Golkar itu, secara politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip bebas aktif, yakni mendukung perdamaian dunia.

“Perseteruan Rusia-Ukraina sudah sangat berkepanjangan, dan memakan korban sipil yang cukup banyak. Indonesia memiliki UUD yang mendukung perdamaian dunia,” beber Ketua Umum  PPK Kosgoro 1957 ini.

Lebih lanjut, Indonesia juga potensial terkena dampak resesi global. Dia menekankan, Indonesia sebagai anggota PBB juga harus aktif menebarkan pesan perdamaian.

“Sebagai anggota PBB wajib menyerukan hal tersebut, kita harus bisa proaktif menawarkan konsep-konsep perdamaian yang bisa diterima oleh semua pihak sesuai dengan perjanjian dan hukum internasional,” pungkasnya.

Saat ini, stabilitas perdagangan internasional akibat perang Rusia-Ukraina terganggu. Banyak negara merasakan kurangnya pasokan dari sisi energi dan pangan dari Rusia sebagai produsen minyak bumi dan gandum terbesar, serta kurangnya pasokan pangan dari Ukraina sebagai salah satu produsen gandum terbesar di dunia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya