Berita

Aksi protes pro-demokrasi di Hong Kong/Net

Dunia

Khawatir Mata-mata China, Taiwan Perketat Izin Tinggal Warga Hong Kong

JUMAT, 02 JUNI 2023 | 09:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Taiwan dilaporkan akan memperketat izin tinggal bagi warga Hong Kong, di tengah kekhawatiran bahwa mereka dieksploitasi mata-mata China.

Awal bulan ini Liberty Times Taiwan melaporkan aktivis dan orang buangan politik dari Hong Kong kemungkinan akan semakin sulit mendapat izin tinggal jangka panjang di Taiwan.

Warga Hong Kong kemungkinan harus tinggal di Taiwan lebih lama untuk mendapat izin tinggal permanen.


Disebutkan juga, Dewan Urusan Daratan Taiwan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan periode residensi dari satu menjadi empat tahun.

Di bawah aturan saat ini, migran tertentu dari Hong Kong dan Makau dapat memenuhi syarat untuk menjadi penduduk tetap dengan lebih mudah daripada warga negara asing lainnya, yang diharuskan memiliki masa tinggal selama lima tahun.

Mereka yang memenuhi syarat untuk residensi jalur cepat termasuk migran yang memiliki hubungan keluarga ke Taiwan dan mereka yang telah berkontribusi pada upaya Taiwan untuk mempromosikan kebijakan, yang dapat mencakup pengunjuk rasa pro-demokrasi dan pengasingan politik.

Namun seorang jurubicara mengatakan pemerintah akan terus membuat penilaian menyeluruh atas masalah tersebut, termasuk situasi keamanan nasional, mengingat perubahan cepat dalam situasi di Hong Kong dan Makau.

Jika disahkan, perubahan itu akan menjadi pukulan lain bagi citra Taiwan sebagai surga bagi para pembangkang dan kritikus Beijing.

Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya, pada awalnya menyambut para aktivis demokrasi Hong Kong yang melarikan diri dari kota itu setelah pihak berwenang melancarkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat sebagai tanggapan atas protes massa pada tahun 2019.

Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, beberapa orang buangan Hong Kong menemukan kehidupan Taiwan lebih sulit dari yang diharapkan, menghadapi masalah mulai dari gaji yang lebih rendah dan birokrasi yang berlebihan hingga hambatan bahasa.

Antara Januari 2020 hingga Maret 2023, 32.364 warga Hong Kong dan 4.858 warga Makau diberikan izin tinggal Taiwan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya