Berita

Moeldoko dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Bukan Saja Pakai Tangan Sendiri, Cawe-cawe Jokowi Juga Lewat Moeldoko

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 22:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tujuan cawe-cawe Presiden Joko Widodo, diduga pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, agar Anies Baswedan tersingkir dari Pilpres 2024.

Menurutnya, Jokowi tidak menggunakan tangannya sendiri menghapus Anies dari daftar calon presiden (capres) yang maju lewat Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Saya menyetujui pernyataan Rommy (politisi PPP Romahurmuziy) dalam sebuah podcast, kalau Demokrat dicekik oleh Moeldoko maka Anies tidak bisa (jadi) capres,” ujar Denny dalam dalam Talkshow Indonesia Lawyers Club, bertajuk “Jokowi: Saya Akan Terus Cawe-cawe”, Kamis (1/6).


Ia menuturkan, Moeldoko merupakan orang dekat Jokowi dan menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), yang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) gugatan sengketa kepengurusan parpol di Mahkamah Agung (MA).

“Ini salah satu orang dekat di Istana. Pak Jokowi tidak bisa mengatakan beliau tidak setuju (Moeldoko mengambil alih Demokrat),” tuturnya.

Denny memandang, Jokowi seharusnya tidak setuju stafnya mencomot parpol, sehingga paling tidak dia marah atau bahkan mereshuffle Moeldoko.

“Kalau diam, tidak melakukan langkah apapun, itu menunjukkan ada persetujuan diam-diam,” tuturnya.

Akan tetapi sampai sekarang, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini mengaku tidak mendengar penolakan Jokowi terhadap upaya Moeldoko mengambilalih Demokrat.

Karena itu, Denny meyakini Jokowi tengah cawe-cawe politik untuk pemenangan Pilpres 2024. Tujuannya, memastikan capres yang ogah didukungnya, yaitu Anies Baswedan tidak menang.

“Jadi, kalau Demokrat diambil Moeldoko, lagi-lagi pencapresan Anies Bawsedan terganggu. Itu yang saya lihat sebagai bentuk cawe-cawe,” demikian Denny menambahkan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya