Berita

Ilustrasi hasil sebuah lembaga survei/Net

Politik

Jamiluddin Ritonga: Survei Saat Ini Bias dan Banyak Kepentingan

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 18:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah lembaga survei belakangan ini menempatkan calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, di urutan ketiga. Selalu kalah dari Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Hasil rilis berbagai lembaga survei, Prabowo dan Ganjar selalu bergantian menempati peringkat pertama dan kedua. Dua sosok itu kemudian dinilai paling berpeluang memenangkan Pilpres 2024.

Menurut pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, penilaian itu tentu masuk akal bila hasil survei yang dirilis memang memenuhi standar objektifitas.


“Lembaga survei melakukan penelitian semata berdasarkan kaidah survei, tanpa ada pretensi untuk memenangkan orang atau pihak tertentu,” kata Jamiluddin ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/6).

“Namun banyak pihak sudah meragukan survei seperti itu. Survei belakangan ini dinilai sudah bias karena lembaga survei dibebani banyak kepentingan,” tegas Jamiluddin menambahkan.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini mengatakan di dalam lembaga survei ada yang berperan juga sebagai tim sukses dari sosok atau pihak tertentu.

“Akibatnya, mereka tidak dapat lagi melakukan survei sesuai kaidah-kaidah survei yang seharusnya dilakukan.  Hasil survei justru digunakan untuk menggalang pendapat umum. Upaya demikian memang kerap terlihat dalam setiap merilis hasil survei,” tutupnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya