Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat memimpin upacara hari lahir Pancasila di KPK/RMOL

Hukum

Naik Rp 214 M Selama 7 Tahun, KPK Berpeluang Klarifikasi Harta Gubernur Sulut Olly Dondokambey

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 15:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka peluang melakukan klarifikasi terhadap Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey jika diperlukan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang naik drastis mencapai Rp214 miliar dalam kurun waktu tujuh tahun.

Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri saat ditanya soal kenaikan harta kekayaan Olly yang merupakan politisi PDI Perjuangan mencapai Rp214 miliar dalam kurun waktu 7 tahun.

"Seluruh informasi baik itu tertulis itu kita klarifikasi administrasi, bisa juga nanti klarifikasi terhadap dokumen-dokumen yang diserahkan, kalau itu ada perlu untuk klarifikasi terhadap orang, tentu kita akan lakukan," ujar Firli kepada Kantor Berita Politik RMOL di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/6).


Firli menjelaskan, penyelenggara negara diwajibkan menyampaikan laporan harta kekayaan baik sebelum, selama, maupun setelah menjabat.

"KPK memiliki kewajiban untuk melakukan upaya pencegahan menggunakan LHKPN. Sebenarnya instrumen LHKPN bagus, bagus karena kita bisa lihat bagaimana fluktuasi kekayaan penyelenggara negara. Apakah ada indikasi mencurigakan atau tidak mencurigakan," kata Firli.

Namun demikian kata Firli, pihaknya saat ini akan melakukan pembenahan terhadap format LHKPN. Karena, banyak wajib lapor yang membuat atau menghitung sendiri nilai hartanya.

"Misalnya dia memiliki tanah 10 tahun lalu, ternyata sekarang tanah itu menjadi tempat pusat bisnis, sehingga terjadi perubahan. Maka nilainya akan meningkat. Ada nilai tanah yang begitu drastis naiknya," jelas Firli.

Untuk itu, KPK akan melakukan pembenahan terhadap cara menghitung nilai aset sesuai dengan pedoman berdasarkan NJOP, objek pajak, dan harga zona di setiap wilayah.

"Nah ini seharusnya kita sepakati dengan pemerintah daerah. Sehingga orang tidak sekeinginannya saja membuat nilai," pungkas Firli.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL melalui LHKPN di KPK pada Kamis (1/6), harta kekayaan Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan ini mengalami kenaikan mencapai Rp 214 miliar lebih sejak 2014 hingga 2021.

Di mana, harta kekayaan Olly saat menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2014-2019 hanya sebesar Rp 9.764.170.872 (Rp 9,7 miliar) berdasarkan data LHKPN periode 2014 yang telah dilaporkan per 31 Oktober 2014.

Harta kekayaan Olly mengalami kenaikan pada LHKPN 2015 per 31 Juli 2015 saat menjadi calon Gubernur Sulut periode 2016-2021 menjadi Rp 11.212.579.836 (Rp 11,2 miliar).

Saat setelah menjabat sebagai Gubernur Sulut periode 2016-2021, harta kekayaan Olly bertambah sedikit pada LHKPN 2016, menjadi Rp 11.857.044.303 (Rp 11,8 miliar). Akan tetapi setahun kemudian pada LHKPN 2017, harta kekayaan Olly tidak mengalami kenaikan maupun penurunan, yakni tetap di angka Rp 11.857.044.303 (Rp 11,8 miliar).

Setahun kemudian pada LHKPN 2018, harta kekayaan Olly naik sedikit menjadi Rp 11.952.929.263 (Rp 11,9 miliar).

Namun demikian setahun kemudian pada LHKPN 2019, harta kekayaan Olly mengalami kenaikan drastis mencapai 1.398,85 persen atau naik sebesar Rp 167.203.365.954 (Rp 167,2 miliar), menjadi Rp 179.156.295.217 (Rp 179,1 miliar).

Setelah mengalami kenaikan yang sangat drastis itu, harta kekayaan Olly tetap stabil pada setahun berikutnya, yakni pada LHKPN 2020 sebesar Rp 179.156.295.217 (Rp 179,1 miliar).

Setelah setahun stabil, tahun berikutnya harta kekayaan Olly kembali mengalami peningkatan cukup tinggi sebesar 24,96 persen atau sebesar Rp 44.724.049.571 (Rp 44,7 miliar), menjadi Rp 223.880.344.788 (Rp 223,8 miliar) pada LHKPN 2021.

Akan tetapi, harta kekayaan Olly pada LHKPN 2022 yang terbaru belum muncul. Artinya, ada kemungkinan Olly belum melaporkan harta kekayaannya, ataupun masih ada berkas-berkas yang belum lengkap, atau bisa jadi masih dilakukan proses verifikasi oleh KPK.

Dengan demikian, selama tujuh tahun terakhir, harta kekayaan Olly mengalami kenaikan mencapai Rp 214.116.173.916 (Rp 214,1 miliar).


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya