Berita

Peneliti transparency International Indonesia, Sahel Muzzamil/RMOL

Politik

Transparansi Dana Kampanye Diperlukan untuk Tutup Celah Oligarki Kuasai Kontestan Pemilu

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 14:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaporan dana kampanye yang transparan berpotensi menutup celah kuasa oligarki kepada kontestan Pemilu 2024.

Peneliti transparency International Indonesia, Sahel Muzzamil mengamati, kelompok oligarki menguasai kontestan melalui sumbangan dana kampanye.

“Dalam masa kampanye itu parpol bisa menerima banyak donor, dan sangat mungkin menjadi patronase oligarki politik di DPR,” ujar Sahel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/6).


Dia menjelaskan, akhir-akhir ini menyeruak isu pendanaan politik dari uang hasil kejahatan lingkungan hingga transaksi narkoba.

“Kenapa kita selalu menuntut parpol di luar pemilu agar transparan? Karena pendanaan patronase ini bisa saja dilakukan,” sambungnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Sahel menilai pendanaan kampanye ke kontestan Pemilu 2024 harus diawasi seluruh pihak.

Sebab menurutnya, dampak dana yang bersumber dari kelompok oligarki bisa memasung kewenangan kontestan Pemilu setelah terpilih.

“Setelah pelantikan ada agenda regulasi, budgeting dan penentuan proyek, ini tentu jadi titik rawan,” demikian Sahel menambahkan.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya