Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono saat menghadiri Rapimnas II GPK/Ist

Politik

Mardiono Yakin GPK Bawa Kaum Muda PPP Warnai Pemilu 2024

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gerakan Pemuda Kabah (GPK) harus bisa membuktikan bahwa kaum muda mampu mewarnai dan berperan aktif dalam Pemilu 2024.

Begitu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono dalam sambutan pada Rapimnas II GPK, di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/5).

“GPK yang merupakan sayap partai tertua di PPP tentu memiliki peran penting dalam setiap perjuangan partai. Saya yakin, jajaran pengurus GPK di seluruh Indonesia dapat membuktikan kaum muda mampu mewarnai Pemilu 2024,” ujar Mardiono.


Mardiono berharap, GPK dapat menjadi wadah generasi muda ke depannya dalam berbagai bidang. Seperti bidang perekonomian, kreativitas kepemudaan, dan lainnya yang dapat menjadi pelopor pembangunan dan perekonomian di daerah.

“Sehingga GPK bukan hanya dalam rangka kepentingan politik semata, namun dapat menjadi wadah bagi generasi muda,” tuturnya.

Dia menambahkan, setiap banom partai berlambang Kabah yang ada lahir melalui proses. Sehingga, setiap keputusan yang diambil juga harus berproses untuk kepentingan rakyat Indonesia.

“Kita memiliki empat banom (GPK, WPP, GMPI, dan AMK) yang lahir selalu berproses menjadi organisasi, sehingga tidak mendadak. Karena itu, seluruh keputusan yang diambil harus berproses,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum GPK Imam Fauzan Amir Uskara mengaku akan memaksimalkan suara PPP di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk mencapai jumlah kursi pada Pemilu 2024.

“Caranya kami akan satu suara mendukung kader GPK agar menduduki parlemen. InsyaAllah akan konsolidasi sampai akar rumput juga,” tuturnya.

Adapun Rapimnas II GPK kali ini mengusung tema “Meretas Peradaban Membangun Indonesia”. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya