Berita

Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin/Net

Dunia

Rusia Ngaku Belum Terlalu Serius Berperang di Ukraina

SELASA, 30 MEI 2023 | 16:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Memasuki bulan ke-16 perang, perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dan kerugian besar sama-sama dirasakan kedua belah pihak.

Kendati demikian, Rusia tiba-tiba mengklaim pihaknya belum belum sepenuhnya mengerahkan segala kekuatannya untuk menundukkan Ukraina.

Hal itu diungkap oleh Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrei Kelin dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari The Jerusalem Post pada Selasa (30/5).


Kelin mengatakan bahwa Rusia sebenarnya belum terlalu serius dalam perang yang telah berlangsung lebih dari satu tahun tersebut.

"Rusia belum mulai bertindak sangat serius dan Rusia 16 kali lebih besar dari Ukraina. Kami memiliki sumber daya yang sangat besar," ujar Kelin.

Dengan kata lain, Rusia sebenarnya masih menahan diri dalam perang dan akan mengeluarkan seluruh kekuatannya jika terdesak oleh keadaan.

Itulah mengapa, Kelin memperingatkan bahwa setiap pasokan senjata ke Ukraina oleh Barat hanya akan mengakibatkan eskalasi perang.

Kendati demikian, selama tidak diusik lebih jauh, Kelin mengatakan Rusia masih bersedia melakukan negosiasi damai, namun tentu dengan ketentuan dan syarat tertentu.

"Kami menginginkan perdamaian, tapi dengan syarat tentunya. Kita dapat berdamai besok jika pihak Ukraina siap untuk bernegosiasi,” kata Kelin.

Masih dengan keyakinan yang sama seperti para pemimpin Rusia lainnya, Kelin khawatir jika Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky yang tidak mau melakukan negosiasi apapun dan tetap memilih melanjutkan perang.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya