Berita

Tiga gambar di atas adalah para mantan walikota dan bupati di Pulau Jawa, sementara tiga di bawah adalah para gubernur 2 periode di luar Jawa/Net

Politik

Pigai Kritik Politik Identitas PDIP: Walikota di Jawa Lebih Mujur daripada Gubernur 2 Periode

MINGGU, 28 MEI 2023 | 22:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PDI Perjuangan yang dikenal sebagai partai pengusung pluralisme mendapat kritikan tajam dari pegiat HAM asal Papua, Natalius Pigai. Ini lantaran PDIP seolah menerapkan politik identitas dan diskriminatif.

Dalam catatan Natalius Pigai, PDIP mengutamakan kader-kader yang berasal dari Pulau Jawa untuk duduk di jabatan penting tingkat nasional. Sekalipun para kader ini hanya kaliber pemimpin kabupaten atau kota saja, tapi nasib mereka lebih mujur ketimbang yang berasal dari luar Jawa.

Dia mengambil contoh mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang kini menjabat Menteri Sosial, lalu mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang kini menjabat sebagai Menteri PAN-RB.


Selain itu, ada juga Bupati Kulonprogo yang dipercaya memegang jabatan sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Mari kita kritik diskriminatif dan politik identitas suku PDIP, yang menentang bhinneka bangsa,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (28/5).

Disebut diskriminatif dan politik identitas suku lantaran PDIP mengesampingkan kader-kader berprestasi di luar Jawa. Seperti gubernur dua periode di Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, gubernur 2 periode di Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, dan terakhir ada gubernur dua periode di Kalimantan Selatan, Cornelis.

Ketiganya, menurut Pigai adalah orang-orang yang berprestasi dan berhasil karena menjabat dua periode di tingkat gubernur di daerah masing-masing.

“Tapi tidak dikasih menteri,” tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya