Berita

Prof Muhadjir Effendy/Ist

Politik

Dinilai Berprestasi dan Ikhlas, Alumni HMI Dukung Muhadjir Cawapres

JUMAT, 26 MEI 2023 | 16:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendorong Menko PMK Prof Muhadjir Effendy sebagai bakal calon presiden 2024.

Mantan pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Timur di Surabaya, Fathurrachman, mengatakan, Muhadjir merupakan salah satu alumni yang mampu membawa nama harum HMI dengan banyak prestasi dan reputasi.

"Kinerjanya sebagai menteri bagus. Pemikiran-pemikiran pembaruannya tidak pernah kering. Bahkan sudah jadi role model bagi kalangan anak-anak HMI,” kata Fathurrachman, lewat keterangan tertulisnya, Jumat (26/5).


Dia melihat, dukungan kepada Muhadjir tidak hanya datang dari alumni HMI, tetapi juga alumni Pelajar Islam Indonesia (PII) dan umat Muhammadiyah.

“Jadi dia itu memiliki dampak elektoral sangat signifikan. Dan itu menguntungkan siapapun Capres yang dia dampingi,” tegasnya.

Fathur, sapaan akrabnya, juga mengatakan, banyak sisi yang menjadikan Muhadjir sebagai role model warga KAHMI dan kader HMI, salah satunya pribadi yang ikhlas.

Itu, sambungnya, menjadi indikator bahwa mantan Menteri Pendidikan itu menghayati dan mengamalkan nilai HMI yang diungkap dalam marsnya, yakni bersyukur dan ikhlas yakin usaha sampai untuk kemajuan.

“Saya tidak menemukan dia minta diundang podcast untuk branding. Dia itu bukan pemimpin yang suka beretorika. Tidak suka berpolemik di ranah publik. Dia lebih banyak berpikir dan bekerja menemukan solusi untuk setiap masalah,” tandasnya.

Nama Muhadjir Effendy masuk bursa Calon Wakil Presiden pertama kali pada 26 April 2023. Direktur Eksekutif  Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, yang pertama kali melontarkan ide itu.

Muhadjir dinilai cocok berpasangan dengan siapapun Capresnya, termasuk dari PDIP, Ganjar Pranowo.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya