Berita

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Anies Common Enemy Istana, Jokowi Lobi Megawati Satukan Kekuatan Prabowo-Ganjar

KAMIS, 25 MEI 2023 | 16:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, tampaknya bakal dijadikan musuh bersama atau common enemy oleh kekuatan koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2024.

Hal itu ditandai dengan adanya upaya Jokowi melobi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar bisa menggabungkan kekuatan bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto untuk melawan Anies Baswedan.

Indikasi ini antara lain terlihat saat relawan Gibran dan Jokowi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.


“Ini kan sedang diupayakan, Prabowo bersatu dengan Ganjar. Kelihatannya Jokowi sedang melobi-lobi itu ke Megawati,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui sambungan telepon, Kamis (25/5).

Namun begitu, Ujang menyebut PDIP sepertinya tidak mau apabila Ganjar dijadikan bakal cawapres untuk mendampingi Prabowo. Hal itu bisa dilihat ketika Gibran langsung dipanggil DPP PDIP setelah relawannya deklarasi dukung Prabowo.  

“Tapi kan persoalannya PDIP enggak mau Ganjar jadi cawapres Prabowo. Prabowo juga tentu tidak mau jadi cawapresnya Ganjar,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.

Oleh karena itu, Ujang berpandangan bahwa hingga saat ini upaya Jokowi menggabungkan kekuatan Ganjar dan Prabowo masih sulit.

“Jadi, harus ada titik temu. Bersatunya Prabowo dengan Ganjar itu tergantung ada yang mengalah enggak kedua belah pihak itu untuk jadi cawapres. Kalau misalnya Ganjar ngalah jadi cawapresnya Prabowo, mungkin bisa bersatu,” jelas Ujang.

Namun begitu, dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu menilai penggabungan kekuatan all Jokowis' Men masih bisa terjadi atau tidak sama sekali ke depannya. Semua tergantung pada dinamika politik yang bakal terjadi.  

“Kita lihat saja ke depan dinamikanya seperti apa,” pungkas Ujang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya