Berita

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf usai menerima kunjungan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (25/4)/RMOL

Politik

Gus Yahya Minta Para Bacapres Tidak Jual Nama NU

KAMIS, 25 MEI 2023 | 13:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tidak mau ikut campur mengenai kontestasi Pemilihan presiden (Pilpres) mendatang. Pemilu 2024 pun dipandang bukan urusan PBNU.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf, usai menerima kunjungan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

"(Bacapres) Harus punya kredibilitas sendiri, prestasi sendiri, punya tawarannya sendiri, bukan yang asal NU saja," kata sosok yang akrab disapa Gus Yahya itu.


Gus Yahya menentang keras politik berdasarkan identitas NU. Dia tidak ingin, nama umat dan agama diseret dalam pesta demokrasi.

Politik identitas, lanjutnya, hanya menyandarkan penggalangan dukungan berdasarkan identitas primordial tanpa ada kompetisi yang lebih rasional.

"Kami memandang politik identitas ini berbahaya bagi masyarakat secara keseluruhan karena itu akan mendorong perpecahan di masyarakat,” tegasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya