Berita

Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo dalam satu kesempatan/Net

Politik

Faksi Megawati Vs Jokowi, Suara PDIP Bisa Terbelah

RABU, 24 MEI 2023 | 16:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Suara PDI Perjuangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diprediksi bakal terpecah. Meskipun para kader menyatakan tegak lurus terhadap perintah partai, namun sesungguhnya banyak hati yang bercabang.

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, PDI Perjuangan cenderung memiliki dua faksi yakni pro Megawati dan pro Jokowi.

"Selama Jokowi masih ingin meng-endorse calon lain dalam Pilpres diluar Ganjar Pranowo, maka potensi pembentukan faksi di tubuh PDIP sangat mungkin terjadi," kata Andi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/5).


Analis Politik Universitas Nasional itu melanjutkan, sulit bagi publik untuk yakin bahwa Jokowi sudah ajek di dalam gerbong pemenangan Ganjar.

Pasalnya saat di acara Musra, Jokowi menerima tiga nama capres versi Musra, yaitu Ganjar, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Publik semakin terheran-heran karena putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Surakarta, Jumat (19/5).

Bahkan relawan Gibran dan Jokowi se-Jateng dan Jatim kemudian resmi mendukung Prabowo sebagai capres 2024.

"Pembentukan faksi di tubuh partai pendukung pemerintah juga akan terbelah yakn Pro-Ganjar dan pro-Prabowo," sambung Andi Yusran.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya