Berita

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-14 Muhammadiyah Kabupaten Bogor/Ist

Politik

Mendag Zulhas: Pemerintah dan Muhammadiyah Bisa Kolaborasi Tingkatkan Perekonomian

RABU, 24 MEI 2023 | 05:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Peran Persyarikatan Muhammadiyah dalam pembangunan ekonomi Indonesia, patut diapresiasi. Ke depan, anggota organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah harus lebih berperan dalam mendukung pemerintah, khususnya meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal, serta mendorong daya saing produk asli nusantara.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-14 Muhammadiyah Kabupaten Bogor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (20/5).

"Pemerintah dan Muhammadiyah dapat berkolaborasi dalam melaksanakan berbagai program prioritas Kementerian Perdagangan seperti kemitraan UMKM, promosi fesyen muslim, pengembangan produk pertanian, serta perluasan pasar ke negara mitra yang memiliki perjanjian kerja sama perdagangan," kata Zulhas, sapaan karibnya.


Zulhas menyampaikan, pemerintah akan terus mengucurkan bantuan kepada masyarakat untuk program kemitraan peningkatkan UMKM, di antaranya melalui organisasi Muhammadiyah.

"Kementerian Perdagangan mendorong Muhammadiyah dalam
menggerakkan ekonomi umat. Salah satunya, bantuan permodalan dan kemitraan dengan ritel modern untuk warung umat," katanya.

Pada kegiatan ini, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengungkapkan, pada periode Natal 2022 dan tahun baru 2023, serta Lebaran 2023 harga barang kebutuhan pokok di berbagai daerah cenderung stabil.

Begitu juga, kata dia, pada 2022 neraca dagang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dengan surplus mencapai 54,56 persen.

Selain itu, lanjutnya, inflasi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,5 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

"Sampai hari ini daya beli masyarakat dengan inflasi masih cukup berimbang," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya