Berita

Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa/RMOLJabar

Nusantara

Saan Mustopa Siap Maju Pilgub Jabar, Koalisi Ditentukan setelah Pileg

SENIN, 22 MEI 2023 | 02:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mendeklarasikan diri sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa tidak merasa terlalu dini dalam penentuan sikap.

Pasalnya, Saan Mustopa telah mendapatkan ijin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem untuk mencalonkan diri sebagai Cagub Jabar dalam Pilkada Gubernur (Pilgub) 2024.

Saan Mustopa mengatakan, untuk berkontestasi dalam Pilgub Jabar dirinya telah mendapatkan ijin DPP Partai Nasdem sehingga, dirinya terus menjalani setiap tahapan guna mempersiapkan diri di pesta demokrasi tersebut.


Meski begitu, lanjut dia, jadi tidaknya dirinya berkontestasi di Pilkada, bergantung pada hasil Pemilu Legislatif (Pileg) pada 14 Februari 2024.

"Tahap pertama yang harus dilewati Pileg, bagaimana syarat untuk dicalonkan jadi gubernur kan harus memiliki kursi parlemen yang signifikan," ujar Saan usai membuka Kemah Restorasi dan Sekolah Calon Legislatif di Kebon Pines Cikole, Lembang, KBB, Minggu (21/5).

Disampaikan Saan, pendeklarasian dirinya sebagai cagub Jabar tidak terlalu dini bagi Partai Nasdem Jabar mengingat, rentang waktu antara Pileg ke Pilkada 2024 cenderung lebih singkat.

"Jadi nggak sampai setengah tahun. Maka kalau mendeklirnya setelah Pileg, waktunya mepet, nggak ada ruang untuk bersosialisasi dan tidak ada ruang juga bagi publik untuk men-tracking calon dan seluruh kader di daerah," ungkapnya.

Guna kepentingan mengoptimalkan hasil Pilkada Gubernur Jabar, dia menuturkan, dirinya telah berkomunikasi dengan semua partai politik.

"Tapi belum mengkristal dengan parpol mana. Nanti setelah Pileg baru kelihatan, kita akan (umumkan) dengan partai mana," terangnya.

Disinggung soal arah koalisi, dia menyebutkan, koalisi di Jabar kemungkinan bisa sama dengan koalisi yang dibangun Partai Nasdem di tingkat pusat yakni. Namun, berbagai kemungkinan di daerah juga memungkinkan untuk berbeda.

"Nanti kita lihat walaupun kadang di daerah kadang cair ya, apa yang dibangun di pusat belum tentu sama dengan yang dibangun di daerah. Tapi setidaknya apa yang ada di pusat itu jadi cerminan juga," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya