Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Publika

PDI Perjuangan dan 7 Kemenangan Jokowi

OLEH: ADIAN NAPITUPULU*
MINGGU, 21 MEI 2023 | 08:27 WIB

BANYAK orang bertanya pada saya arah dukungan Jokowi pada capres 2024. Jawaban saya adalah “secara konstitusional maka presiden sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan harus bersikap netral dan tidak berpihak dengan mengumumkan di depan umum."

Lalu bagaimana dengan sikap Jokowi sebagai kader partai? Untuk menjawab ini ada banyak argumentasi yang bisa disampaikan kenapa seorang kader partai wajib menjalankan keputusan partai dan itu berlaku di semua partai, tidak hanya PDI Perjuangan.

Tapi jika yang ditanya adalah pandangan saya secara pribadi, maka saya akan menggunakan referensi sejarah untuk menjawab itu.


Pertama, dalam perjalanan hidup Jokowi, tercatat bahwa PDI Perjuangan adalah partai pengusung yang bersama rakyat telah membawa Jokowi dan keluarga mendapatkan 7 kali kemenangan tanpa putus, yaitu 2 kali menjadi walikota, 1 kali menjadi Gubernur DKI, dan 2 kali menjadi presiden RI.

Di luar itu, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung juga berjuang membawa baik Gibran maupun Bobby menjadi walikota Solo dan walikota Medan. Sempurna! 7 kemenangan untuk Jokowi dan keluarganya dipersembahkan oleh PDI Perjuangan dengan seluruh kader-kadernya.

Kedua, untuk 7 kemenangan itu tidak sedetikpun PDI Perjuangan meninggalkan Jokowi. Seluruh kader PDI Perjuangan hingga tingkat anak ranting bergotong-royong sebisa-bisanya, mencetak atribut, berkeliling dari pintu ke pintu meyakinkan pemilih orang demi orang.

Ketua umum, sekjen, seluruh DPP partai menjadi jurkamnas berkeliling berbagai provinsi dan kabupaten pagi, siang, malam. Sungguh sangat melelahkan.

Apakah hanya itu? Tidak! Ketiga semua kader PDI Perjuangan di semua tingkat hingga DPR RI juga berjibaku mengamankan semua kebijakan Jokowi, Gibran maupun Bobby. Membela Presiden Jokowi, Gibran dan Bobby di berbagai ruang saat dihina, difitnah dan dibully, apakah itu dalam perdebatan di media, perdebatan di dunia maya, maupun perdebatan di pos ronda.

Komitmen PDI Perjuangan bukan hanya di kata, tapi terjaga, teruji, dan terbukti hingga hari ini tanpa perlu lagi dipertanyakan.

PDI Perjuangan dengan setia selama 20 tahun membuktikan keberpihakan dan pembelaan bukan hanya pada Jokowi, tapi juga pada anak serta menantunya. Suatu keistimewaan luar biasa yang bahkan tidak didapatkan oleh keluarga besar Bung Karno sekalipun.

Saya percaya bahwa dalam lubuk hatinya Jokowi tidak lupakan sejarah itu dan karena itu juga, maka saya percaya bahwa keberpihakan Jokowi pada PDI Perjuangan tidak tergoyahkan.

Jokowi pasti satu napas sebagai kader partai untuk menjalankan amanat kongres melalui keputusan ketua umum partai. Termasuk di dalamnya terhadap calon presiden Ganjar Pranowo.

Bukankah Jokowi juga ikut menjadi saksi ketika keputusan diumumkan. Bukankah keputusan ketua umum setelah melalui pertimbangan mendalam, kontemplasi, dan berdialog dengan Presiden Jokowi yang ikut menyampaikan masukan dan pertimbangan secara objektif.

Dalam dinamika politik terlihat berkali-kali ada pihak pihak yang mencoba memecah hubungan antara Jokowi dan Ibu Megawati, Jokowi dengan PDI Perjuangan, Jokowi dengan relawan juga PDI Perjuangan dengan telawan, tapi selama lebih dari 8 tahun saling percaya itu tidak tergoyahkan oleh intrik dan fitnah apapun dan hal itu sudah disampaikan sebagaimana pesan Ibu Mega beberapa hari sebelum Jokowi dilantik, "Dik Jokowi jangan lihat istana dari sisi terangnya, sisi kewenangan kekuasaannya, tetapi lihatlah sisi gelapnya, kenali itu maka Dik Jokowi akan menjadi pemimpin.”

Akhir kata, saya ingat pembicaraan sesama kader partai, saya dengan Presiden Jokowi di suatu tempat. Saat itu Beliau berkata, "2024 kita harus menang mas Adian!"

Dan saya bertanya, "Kita itu siapa Pak?"

Jokowi menjawab, "PDI Perjuangan.”

Saya yakin Jokowi tidak melupakan percakapan tersebut.

*Penulis adalah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya